Menhan Inggris: Drone Bayraktar TB2 Turki Ancaman Nyata bagi Musuh

Kompas.com - 14/12/2020, 12:02 WIB
Drone Bayraktar TB2 buatan Turki difoto pada 16 Desember 2019 di pangkalan udara militer Gecitkale dekat Famagusta di Republik Turki Siprus Utara (TRNC) yang memproklamirkan diri. Pesawat tnirawak tersebut dikirim ke Siprus utara di tengah meningkatnya ketegangan atas kesepakatan Turki dengan Libya yang memperpanjang klaimnya ke Mediterania timur yang kaya gas. AFP/BIROL BEBEKDrone Bayraktar TB2 buatan Turki difoto pada 16 Desember 2019 di pangkalan udara militer Gecitkale dekat Famagusta di Republik Turki Siprus Utara (TRNC) yang memproklamirkan diri. Pesawat tnirawak tersebut dikirim ke Siprus utara di tengah meningkatnya ketegangan atas kesepakatan Turki dengan Libya yang memperpanjang klaimnya ke Mediterania timur yang kaya gas.

KOMPAS.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, Ben Wallace, mengakui bahwa pesawat nirawak alias unmanned aerial vehicle ( UAV) bikinan Turki, Bayraktar TB2, merupakan ancaman yang nyata bagi musuh.

Hal itu diungkapkan Wallace dalam webinar yang digelar oleh lembaga think tank asal Inggris, the Royal United Services Institute for Defense and Security Studies (RUSI), pada Jumat (11/12/2020).

Dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (12/12/2020), Wallace mengatakan dalam webinar tersebut bahwa Bayraktar TB2 terbukti ampuh menghancurkan kendaraan lapis baja, bahkan sistem pertahanan udara di Suriah, Libya, dan beberapa tempat lain.

Baca juga: China Gunakan Drone Pelontar Api untuk Basmi Sarang Tawon di Sebuah Desa

" Drone ini lahir dari inovasi Turki. (Awalnya) Turki dilarang mendapat akses ke program asing yang sangat bagus, mereka (Turki) lalu melakukan apa yang dulu kami (Inggris) lakukan dengan sangat baik - mereka berinovasi,” kaat Wallace.

Wallace menambahkan Bayraktar TB2 memiliki kemampuan yang mampu menghadirkan tantangan yang nyata bagi musuh.

“TB2 dan senjata yang menyertainya menggabungkan kemampuan teknis dengan keterjangkauan. Itu berarti komandan mereka (Turki) dapat mengesampingkan kekurangannya namun tetap menghadirkan tantangan nyata bagi musuh,” kata Wallace.

Baca juga: AS Akan Jual Drone Bersenjata Senilai Rp 41,4 Triliun ke UEA

Dalam webinar tersebut, dia juga menyoroti lanskap konflik global yang berubah dan ancaman yang dihadapi Inggris saat ini.

Dia menambahkan, pihak Barat cenderung membagi konflik menjadi dua jenis yakni pertempuran, yang berarti saling jual-beli tembakan, dan ketegangan sebelum pertempuran benar-benar terjadi.

“Padahal sebenarnya konflik hari ini biasanya dilakukan melalui aktivitas tanpa adanya kekerasan tetapi tidak diragukan lagi, aktivitasnya saling bermusuhan,” jelasnya Wallace.

Baca juga: Azerbaijan Klaim Jatuhkan Drone Kamikaze Milik Armenia

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X