Selundupkan Penyu Langka, AS Ekstradisi Warga China dari Malaysia

Kompas.com - 12/12/2020, 13:16 WIB
Penyu tempayan (Caretta caretta) bisa menahan napas selama 10 jam di bawah laut. Penyu tempayan (Caretta caretta) bisa menahan napas selama 10 jam di bawah laut.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Seorang warga negara China diekstradisi dari Malaysia ke Amerika Serikat (AS), setelah diduga mendanai jaringan perdagangan penyu. Hal ini diumumkan Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Kamis (10/12/2020).

Melansir CNN, Kang Juntao asal Hangzhou, China, itu awalnya dituduh melakukan pencucian uang Februari lalu.

Sebelumnya antara Juni 2017 dan Desember 2018, dia diduga mendanai jaringan nasional perdagangan lima jenis spesies penyu yang dilindungi di AS.

Pria 24 tahun ini mengatur agar penyu langka tersebut dikirim secara ilegal ke Hong Kong.

Baca juga: Kisah di Balik Foto Viral Penyu Acungkan Jari Tengah ke Penyelam

"Penyu-penyu itu diikat secara tidak manusiawi dengan lakban dan ditempatkan di kaus kaki agar tidak memunculkan kecurigaan otoritas bea cukai," kata pernyataan DOJ.

Menurut dakwaan Kang, setidaknya 1.500 penyu dengan total nilai 2,25 juta dollar AS (Rp 31,7 miliar) diselundupkan ke luar AS.

Kang diduga membeli kura-kura dari penjual yang beriklan di media sosial atau situs perdagangan reptil dengan menggunakan akun PayPal.

Penjual ini diduga mengirim penyu ke perantara yang biasanya warga negara China yang masuk ke AS dengan visa pelajar, terang DOJ.

Kang diduga membayar dan menginstruksikan mereka untuk mengemas ulang kura-kura tersebut, dan menggunakan label palsu untuk pengiriman ke Hong Kong.

Baca juga: Gara-gara Foto Makan Penyu, Twitter Dubes Australia Diserang Netizen

Begitu sampai di Hong Kong, penyu tersebut diduga dijual di pasar gelap dengan harga masing-masing ribuan dolar (jutaan rupiah).

Kang diduga tidak mengumumkan penyu tersebut ke bea cukai AS atau China, atau memperoleh izin yang diperlukan dari Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Langka yang Terancam Punah (CITES).

Pihak berwenang menuduh Kang memperdagangkan penyu kotak timur, penyu kotak Florida, penyu kotak Gulf Coast, penyu tutul, dan penyu kayu. Semua spesies itu dilindungi di bawah perjanjian CITES.

Kang ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia Januari lalu sebelum ekstradisinya ke AS pada Kamis (10/12/2020).

"Perdagangan satwa liar adalah kejahatan serius yang berdampak pada spesies yang terancam di dalam dan luar negeri," kata Aurelia Skipwith, direktur US Fish and Wildlife Service, dalam pernyataan DOJ.

Baca juga: Pemerintah AS Menangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong karena Khawatir Intervensi China


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

Global
Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Global
Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
komentar
Close Ads X