China Minta Awak Pesawat Pakai Popok untuk Kurangi Risiko Covid-19

Kompas.com - 12/12/2020, 11:56 WIB
Ilustrasi disinfeksi di pesawat pada masa pandemi virus corona ShutterstockIlustrasi disinfeksi di pesawat pada masa pandemi virus corona

BEIJING, KOMPAS.com - Regulator penerbangan China merekomendasikan awak kabin untuk memakai popok sekali pakai dan menghindari penggunaan toilet untuk mengurangi risiko infeksi Covid-19.

Melansir BBC pada Jumat (11/12/2020), anjuran tentang popok termasuk sebagai alat pelindung diri dalam pedoman baru untuk maskapai penerbangan.

Regulator mengatakan rekomendasi diterapkan untuk penerbangan charter ke tujuan Covid-19 yang berisiko tinggi.

Secara global, maskapai penerbangan dan bandara telah membuat perubahan besar pada cara mereka beroperasi untuk membuat penumpang kembali terbang.

Baca juga: Pilot Meninggal akibat Corona, Maskapai Diminta Isolasi Awak Pesawat yang Pernah Kontak

Administrasi Penerbangan Sipil China menempatkan anjuran tersebut dalam 49 halaman pedoman baru bagi maskapai penerbangan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Rekomendasi mengenai popok berlaku untuk penerbangan charter ke dan dari tempat-tempat di mana infeksi melebihi 500 pada setiap satu juta orang.

Ketentuan itu ditempatkan di atas saran bagi awak kabin untuk memakai masker medis, sarung tangan sekali pakai, topi, kacamata, pakaian pelindung sekali pakai, dan penutup sepatu.

Awak penerbangan juga disarankan untuk memakai berbagai alat pelindung. Tapi anjuran penggunaan popok hanya berlaku untuk rute dengan infeksi tinggi.

Baca juga: Awak Pesawat Harus Tahu Penanganan Darurat Medis Saat Penerbangan

Industri penerbangan global tengah berjuang untuk pulih dari dampak pandemi yang melemahkan perjalanan.

Tindakan baru yang diberlakukan untuk penerbangan berbeda di setiap negara.

Beberapa mewajibkan maskapai penerbangan untuk meninggalkan setidaknya satu kursi kosong di antara penumpang, yang lain mewajibkan masker selama penerbangan.

Baca juga: Seluruh Awak Pesawat Garuda yang Layani Rute India-Fiji Negatif Corona

Baca tentang

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Global
Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Global
Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Internasional
Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Global
Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Global
Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Global
Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
komentar
Close Ads X