Pilpres AS: Gugatannya Ditolak MA, Trump Harus Lengser 20 Januari

Kompas.com - 12/12/2020, 10:56 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump AFP via GETTY IMAGES/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengubah hasil pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat) dipastikan kandas, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak gugatannya.

Atas restu Trump, negara bagian Texas dan sejumlah negara bagian lainnya mengajukan gugatan ke MA agar membatalkan kemenangan pemilu AS oleh presiden terpilih Joe Biden di empat swing states krusial yaitu Georgia, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Politico pada Jumat malam (11/12/2020) waktu setempat melaporkan, sembilan hakim MA dengan bulat menolak gugatan yang disponsori oleh Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, karena tidak memiliki dasar hukum serta bukti-bukti yang valid.

Baca juga: Trump Tetap Bertekad Batalkan Kemenangan Biden di Pilpres AS

Trump telah berkali-kali menyebut MA akan menentukan siapa pemenang pilpres Amerika Serikat, dan mendesak Hakim Agung untuk memenangkannya demi menyelamatkan "Negeri Paman Sam".

Dia juga optimis tiga hakim konservatif yang diangkatnya akan memihaknya pada gugatan ini. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi.

Kandasnya seluruh upaya Trump

Enam minggu setelah kekalahannya di pemilu Amerika Serikat, Trump beserta pendukungnya melancarkan segala upaya untuk melanjutkan kekuasaannya.

Tim hukumnya mengajukan belasan gugatan hasil pilpres AS 2020 ke pengadilan kota, negara bagian, hingga MA.

Seluruh gugatan presiden berusia 74 tahun ini ditolak. Hakim-hakim menolak karena gugatan tim hukum Trump di pemilu AS 2020 penuh dengan teori konspirasi yang dibuat-buat.

Baca juga: Ini Dia Hadiah Trump untuk Maroko Jelang Akhir Masa Jabatannya

Presiden ke-45 AS itu bahkan melobi pejabat Republikan di swing states seperti ketua DPR negara bagian, untuk mengganti electors yang akan memilih presiden di Electoral College. Sejauh ini tidak ada pejabat partainya yang menyetujui permintaan Trump.

Tim kampanye Trump juga meminta perhitungan ulang atau recount di negara bagian Wisconsin dan Georgia yang dimenangkan Biden dengan sangat tipis. Recount tidak mengubah hasil pemilu AS 2020 di dua swing states itu dan mempertegas kemenangan Biden.

Halaman:

Sumber Politico
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
komentar
Close Ads X