Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/12/2020, 21:41 WIB

HIROSHIMA, KOMPAS.com - Sebuah keluarga di Jepang telah hidup bersama dengan buaya sepanjang 2,1 meter selama 39 tahun, lapor Oddity Central, Kamis (10/12/2020).

Keluarga Nobumitsu Murabayashi, dari kota Kure, Hiroshima telah hidup bersama dengan seekor buaya yang dia beri nama 'Caiman-San'.

Mulanya, Murabayashi membeli 'Caiman-San" dari toko hewan piaraan setelah putranya yang kala itu masih kecil meminta.

Baca juga: Wanita di Malaysia Batal Bunuh Diri Setelah Melihat Buaya di Sungai

Dia tidak pernah menyangka buaya itu masih membersamai mereka sampai hampir 40 tahun kemudian.

Dengan panjang sekitar 2 meter lebih, berat buaya itu mencapai 45 kilogram. Caiman-san tampak jinak dan menurut majikannya, meski pernah menggigit anaknya satu kali ketika anaknya masih kecil. 

Meski begitu, Murabayashi berpendapat buaya piaraannya itu tidak pernah berbuat seperti itu lagi sampai hari ini.

Baca juga: Setelah 3 Tahun Bermimpi, Akhirnya Pria Ini Berhasil Tangkap Buaya Raksasa

Kebanyakan orang akan menyerah pada piaraan mereka jika melukai anak mereka tapi Murabayashi memutuskan untuk memberi buaya itu kesempatan lagi.

Dan bahkan Caiman-san juga sering berjalan-jalan dengan tuannya itu, bermain bersama anak-anak kecil yang ditemui di jalan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berkat Caiman-san, Murabayashi menjadi selebritas lokal di kota Kure. Pada September 2019 lalu, seorang jurnalis bernama Scott Swan mengunjungi Murabayashi dan Caiman-san dan terkejut dengan betapa jinaknya hewan itu.

Baca juga: Buaya Ditangkap dan jadi Tawanan, Warga Minta Tebusan Rp 10 Juta ke Polisi

The gator sat motionless most of the time. He didn’t seem to like it when Nobumitsu tried to move him into a different position.

Dikirim oleh Scott Swan pada Kamis, 12 September 2019

"Selama kunjungan kami, buaya itu duduk dengan sabar saat kami melakukan wawancara dan merekamnya dari segala sudut yang memungkinkan," tulis jurnalis itu di Facebook.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Balon Mata-mata China Terbang di AS | Hong Kong Rayu Wisatawan

[POPULER GLOBAL] Balon Mata-mata China Terbang di AS | Hong Kong Rayu Wisatawan

Global
Toko Furnitur Filipina Izinkan Beli Barang Pakai Bawang Merah

Toko Furnitur Filipina Izinkan Beli Barang Pakai Bawang Merah

Global
China Tanggapi Tuduhan Balon Terbang Mata-mata yang Lintasi Langit AS

China Tanggapi Tuduhan Balon Terbang Mata-mata yang Lintasi Langit AS

Global
Demi Jaminan Sosial, Wanita Ini Simpan Mayat Ibunya di Freezer Selama 2 Tahun

Demi Jaminan Sosial, Wanita Ini Simpan Mayat Ibunya di Freezer Selama 2 Tahun

Global
Tandingi AS, Uni Eropa Luncurkan Agenda Industri Hijau

Tandingi AS, Uni Eropa Luncurkan Agenda Industri Hijau

Global
Hati-hati, Pakai Emoji Tertawa Sembarangan Bisa Dipidana di Italia

Hati-hati, Pakai Emoji Tertawa Sembarangan Bisa Dipidana di Italia

Global
Junta Militer Myanmar Berlakukan Darurat Militer di Puluhan Kotapraja, Cara Baru Basmi Perlawanan

Junta Militer Myanmar Berlakukan Darurat Militer di Puluhan Kotapraja, Cara Baru Basmi Perlawanan

Global
Kedatangan Petinggi Uni Eropa di Kyiv Disambut Sirene Udara

Kedatangan Petinggi Uni Eropa di Kyiv Disambut Sirene Udara

Global
Hukuman Tahanan di Massachusetts Bisa Dikurangi Jika Donasi Organ

Hukuman Tahanan di Massachusetts Bisa Dikurangi Jika Donasi Organ

Global
27 Tewas di Sudan Selatan Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

27 Tewas di Sudan Selatan Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

Global
Demi Jauhkan Rusia, Presiden Polandia Tak Segan Kembalikan “Tirai Besi”

Demi Jauhkan Rusia, Presiden Polandia Tak Segan Kembalikan “Tirai Besi”

Global
Buron Mafia Italia Ditangkap di Perancis, Sempat Menyamar Jadi Pembuat Piza

Buron Mafia Italia Ditangkap di Perancis, Sempat Menyamar Jadi Pembuat Piza

Global
iPhone Generasi Pertama Rilisan 2007 Berpotensi Terjual Rp 744 Juta di Lelang

iPhone Generasi Pertama Rilisan 2007 Berpotensi Terjual Rp 744 Juta di Lelang

Global
Wanita Texas Bunuh Sahabatnya yang Baru Melahirkan Lalu Culik Bayinya

Wanita Texas Bunuh Sahabatnya yang Baru Melahirkan Lalu Culik Bayinya

Global
Presiden Lula Terang-terangan Tuding Bolsonaro Persiapkan Kudeta 8 Januari

Presiden Lula Terang-terangan Tuding Bolsonaro Persiapkan Kudeta 8 Januari

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+