Uni Eropa dan AS Akan Perkuat Aliansi untuk Lawan Diplomasi "Agresif" China

Kompas.com - 10/12/2020, 16:57 WIB
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018) Kementrian Pertahanan RRCPresiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018)

BEIJING, KOMPAS.com - Uni Eropa dan Amerika Serikat akan memperkuat aliansi bersama dengan negara-negara lain di kawasan di Laut China Selatan yang disengketakan, untuk melawan diplomasi China yang "agresif". 

Duta Besar Uni Eropa untuk China Nicolas Chapuis, berbicara pada forum energi di ibu kota China, mengatakan bahwa Uni Eropa berharap untuk mencapai kesepakatan dengan Pemerintah AS yang baru mengenai kebijakan terhadap China.

Baca juga: Uni Eropa dan ASEAN Berkomitmen Bangun Hubungan Kemitraan Strategis

“Mari bekerja sama dengan China sebanyak yang kami bisa, kapan pun kami bisa, ketika China siap untuk bekerja sama. Dan mari tolak, ketika kita harus," kata Chapuis seperti dilansir Reuters pada Kamis (10/12/2020).

“Kita perlu memiliki pemahaman yang sama untuk mengatakan 'tidak' pada perundungan dan intimidasi, diplomasi koersif, diplomasi 'agresif',” katanya, merujuk pada kebijakan luar negeri China yang semakin keras.

Baca juga: China Beri Bantuan Vaksin Covid-19 tapi dengan Imbalan, Apakah Itu?

Chapuis juga menyerukan negara-negara Eropa untuk bekerja sama dengan Australia, Selandia Baru, dan ASEAN untuk "menemukan kesamaan" tentang sengketa Laut China Selatan.

China mengeklaim hampir seluruh Laut China Selatan adalah wilayahnya, yang juga mengeklaim sebagian dari jalur air tersebut.

Baca juga: AS akan Cari Cara Baru Jalin Kerja sama dengan Indonesia di Laut China Selatan

Kemudian, negara komunis itu memperingatkan negara-negara lain untuk tidak ikut campur dalam urusannya dengan negara-negara Asia Tenggara.

Ada kekhawatiran ketegangan kawasan itu semakin tinggi dengan kehadiran China yang semakin termiliterisasi di sana.

Baca juga: UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

“Kebebasan navigasi itu penting. Laut China Selatan bukan hanya masalah China, tapi juga masalah internasional," kata Chapuis.

Sementara itu, presiden terpilih AS Joe Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, telah berbicara tentang perlunya merevitalisasi aliansi dengan demokrasi yang berpikiran sama sebagai sumber kekuatan inti dalam berurusan dengan China.

Baca juga: China Desak Negara ASEAN Bersatu Tangkal AS di Laut China Selatan


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Global
Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Global
Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Global
China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Global
komentar
Close Ads X