Survei: Warga Australia Puas dengan Respons Negaranya terhadap Covid-19

Kompas.com - 08/12/2020, 19:55 WIB
Kasus positif corona di Australia sejauh ini turun menurun dalam beberapa pekan terakhir. News VideoKasus positif corona di Australia sejauh ini turun menurun dalam beberapa pekan terakhir.

CANBERRA, KOMPAS.com - Mayoritas warga Australia dilaporkan puas dengan respons pemerintah mereka terhadap Covid-19, demikian menurut sebuah survei baru yang dirilis pada Selasa (8/12/2020).

Sembilan dari sepuluh orang di sejumlah negara bagian besar mengatakan, mereka setuju dengan tindakan yang diambil pemerintah.

Para peneliti di Universitas Teknologi Sydney (UTS) menyurvei sekitar 5.000 orang dari sejumlah negara bagian di Australia timur serta warga Australia di Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Inggris pada akhir November.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Buatan Australia Baru Bisa Diluncurkan 2021

Para responden di negara bagian New South Wales (NSW) dan Queensland di Australia melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi, daripada responden di Negara Bagian Victoria yang baru-baru ini menjadi pusat infeksi gelombang kedua Covid-19 di Australia.

Sekitar 90 persen responden di NSW dan Queensland setuju dengan penanganan virus corona di Australia.

Sementara itu, tingkat kepuasan warga Australia yang menetap di Selandia Baru terhadap respons negaranya sedikit lebih rendah yakni 67 persen, meskipun lebih baik daripada Kanada (64 persen), Inggris (51 persen), dan AS (39 persen).

Baca juga: Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

"Kami melihat bahwa secara relatif manajemen pemerintah negara bagian dan Federal terus dipandang lebih efektif di mata orang-orang yang tinggal di Australia daripada di bagian lain dunia," kata salah satu penulis survei tersebut, Associate Professor Paul Burke, dari grup Business Intelligence & Data Analytics (BIDA) UTS.

Australia mencatat hanya tujuh kasus baru Covid-19 pada Senin (7/12/2020), yang semuanya terinfeksi di luar negeri dan dinyatakan positif setelah tiba di karantina hotel.

Sementara itu, jumlah kematian di Australia tercatat lebih dari 35 orang per satu juta menurut data yang disokong oleh Universitas Oxford, dibandingkan dengan 903 kematian per satu juta di Inggris dan 852 kematian per satu juta di AS.

Tingkat infeksi yang relatif rendah berarti bahwa Australia dapat membuka kembali perbatasan domestiknya, dan secara signifikan melonggarkan pembatasan terkait Covid-19 pada bisnis dan individu menjelang Natal.

Dengan demikian warga bebas merayakan Natal bersama keluarga atau teman.

Baca juga: Meski Ada Insentif 60 Persen, Warga Australia Tetap Tak Mau Bertani

Baca tentang

Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Internasional
Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Global
Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Global
Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Global
Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Global
Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Global
Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Global
Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem oleh Byzantium Romawi dan Pasukan Muslim

Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem oleh Byzantium Romawi dan Pasukan Muslim

Internasional
Lingkungan Miskin di Brasil Terancam Krisis Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Lingkungan Miskin di Brasil Terancam Krisis Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Internasional
Dwayne “The Rock” Johnson Pertimbangkan Usulan Jadi Presiden AS, Ini Alasannya

Dwayne “The Rock” Johnson Pertimbangkan Usulan Jadi Presiden AS, Ini Alasannya

Global
China Kecam Rencana Jepang Buang 1,25 Juta Ton Limbah Nuklir ke Laut

China Kecam Rencana Jepang Buang 1,25 Juta Ton Limbah Nuklir ke Laut

Global
Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Global
Suku Vanuatu Pemuja Almarhum Pangeran Philip Adakan Upacara Berkabung

Suku Vanuatu Pemuja Almarhum Pangeran Philip Adakan Upacara Berkabung

Global
Pembuatan Patung Pangeran Philip Didukung PM Inggris, Bisa Habiskan Jutaan Poundsterling

Pembuatan Patung Pangeran Philip Didukung PM Inggris, Bisa Habiskan Jutaan Poundsterling

Global
Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Global
komentar
Close Ads X