Penembakan di Masjid Selandia Baru, PM hingga Kepala Polisi Minta Maaf

Kompas.com - 08/12/2020, 12:04 WIB
Brenton Tarrant. Teroris yang bertanggung jawab dalam tragedi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, ketika berada di Pengadilan Distrik Christchurch pada 16 Maret 2019, atau sehari setelah serangan di dua masjid yang menewaskan 51 jemaah. Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via REUTERSBrenton Tarrant. Teroris yang bertanggung jawab dalam tragedi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, ketika berada di Pengadilan Distrik Christchurch pada 16 Maret 2019, atau sehari setelah serangan di dua masjid yang menewaskan 51 jemaah.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan kepala polisi meminta maaf atas penembakan di dua masjid Christchurch pada tahun lalu.

Permintaan maaf itu muncul setelah komisi negara mengeluarkan laporan setebal 800 halaman, atas insiden yang terjadi pada 15 Maret 2019.

Sebanyak 44 rekomendasi dilayangkan, dan meski komisi menyatakan penembakan itu tak terhindarkan, kegagalan penegak hukum juga ditunjukkan.

Baca juga: Usai Tragedi Christchurch, Ini Deretan Penembakan Masjid Lainnya di Dunia

Kegagalan dalam mengantisipasi serangan membuat perlunya dilakukan perubahan masif pada jajaran kepolisian dan Badan Keamanan Intelijen Selandia Baru (NZSIS).

"Kami harusnya bisa berbuat lebih. Kami dengan tulus meminta maaf," kata Kepala Polisi Andrew Coster kepada korban penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood.

Mereka baru menyadari ada situasi genting setelah si teroris, Brenton Tarrant, mengirim surel ke parlemen delapan menit sebelum serangan.

Adapun Tarrant divonis penjara seumur hidup tanpa adanya kemungkinan pembebasan bersyarat, hukuman paling berat dalam sejarah "Negeri Kiwi".

Teroris asal Australia itu diputus bersalah karena membunuh 51 orang dan melukai 40 lainnya saat mereka hendak melaksanakan Shalat Jumat.

Berdasarkan laporan itu, Tarrant disebut sudah berniat melakukan teror sejak tiba di Selandia Baru pada Agustus 2017, dilansir Sky News Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru 2019 Menolak Memberikan Pernyataan Apa pun di Pengadilan

Dalam laporan itu, dikatakan Brenton Tarrant sudah menunjukkan perilaku rasis sejak kecil, dan teradikalisasi oleh paham kanan ekstrem.

Halaman:

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Myanmar Gunakan Granat Kejut untuk Bubarkan Demonstran

Polisi Myanmar Gunakan Granat Kejut untuk Bubarkan Demonstran

Global
Krisis Armenia Usai Kalah Perang, Ribuan Massa Demo Tuntut PM Mundur

Krisis Armenia Usai Kalah Perang, Ribuan Massa Demo Tuntut PM Mundur

Global
Berkat Microchip, Kucing Hilang 15 Tahun Bersatu dengan Majikannya

Berkat Microchip, Kucing Hilang 15 Tahun Bersatu dengan Majikannya

Global
Setahun Kudeta Politik Muhyiddin Yassin, Krisis Politik Malaysia Masih Berlanjut

Setahun Kudeta Politik Muhyiddin Yassin, Krisis Politik Malaysia Masih Berlanjut

Global
Armenia Masih Krisis Pasca-Perang, Presiden Berani Tolak Perintah PM

Armenia Masih Krisis Pasca-Perang, Presiden Berani Tolak Perintah PM

Global
Dipenjara 68 Tahun, Setelah Bebas Pria Ini Kaget Dunia Telah Berubah

Dipenjara 68 Tahun, Setelah Bebas Pria Ini Kaget Dunia Telah Berubah

Global
Selangkangan Majikan Tertusuk Pisau Ayamnya Sendiri Saat Sabung, Akhirnya Tewas

Selangkangan Majikan Tertusuk Pisau Ayamnya Sendiri Saat Sabung, Akhirnya Tewas

Global
Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa, Hamas Mengamuk

Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa, Hamas Mengamuk

Global
Patung Rusia Dicemooh Mirip White Walker 'Game of Thrones' Dilelang Rp 506 Juta

Patung Rusia Dicemooh Mirip White Walker "Game of Thrones" Dilelang Rp 506 Juta

Global
Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

Global
Misteri 7 Tahun 'Lubang Neraka Siberia' di Lingkaran Arktik Rusia

Misteri 7 Tahun "Lubang Neraka Siberia" di Lingkaran Arktik Rusia

Global
Dicap Pengkhianat, Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Dicap Pengkhianat, Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Global
Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Global
Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Global
6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

Global
komentar
Close Ads X