Iran Klaim Senapan Mesin yang Dipakai Membunuh Ilmuwan Nuklirnya Sangat Akurat, Ini Buktinya

Kompas.com - 07/12/2020, 21:46 WIB
Ketua Kehakiman Iran Ayatollah Ebrahim Raisi memberikan penghormatan terakhir di depan jenazah ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh di Teheran, pada 28 November 2020. Fakhrizadeh dibunuh sehari sebelumnya dengan Iran menuding Israel sebagai pelakunya. Mizan News Agency via APKetua Kehakiman Iran Ayatollah Ebrahim Raisi memberikan penghormatan terakhir di depan jenazah ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh di Teheran, pada 28 November 2020. Fakhrizadeh dibunuh sehari sebelumnya dengan Iran menuding Israel sebagai pelakunya.

Selain Tel Aviv, negara yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei itu juga menuding kelompok oposisi Rakyat Mujahidin Iran (MEK).

Sumber internal Teheran mengatakan, kematian si ilmuwan nuklir merupakan bukti kegagalan sistem keamanan mereka dalam mendeteksi ancaman.

Baca juga: Iran Tolak Persyaratan Joe Biden untuk Capai Kesepakatan Nuklir

Sebabnya, penyerangan itu berbasis data intelijen mengenai pergerakan Fakhrizadeh. "Banyak pertanyaan yang harus dijawab," kata dia dilansir Daily Mail Minggu (6/12/2020).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2018 mengidentifikasi Fakhrizadeh sebagai sosok utama ambisi Iran mengejar nuklir.

Pada saat itu, Netanyahu memaparkan sederet berkas digital dan kertas yang disebutnya dicuri dari fasilitas nuklir utama Iran.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Global
Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Global
China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Global
6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Global
Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Global
Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Global
Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai 'Piala' Perang

Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai "Piala" Perang

Global
Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Global
Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Global
[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

Global
'Imut dan Nakal', Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

"Imut dan Nakal", Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

Global
komentar
Close Ads X