Antisipasi Serangan Korut, Jepang Akan Pasang Sistem Anti-Rudal Aegis Ashore

Kompas.com - 07/12/2020, 19:18 WIB
Kapal perang Jepang Harusame dan Amagiri berlayar di Laut China Selatan REUTERS/MARITIME STAFF OFFICE OF THE DEFENCE MINISTRY OF JAPAN via DW INDONESIAKapal perang Jepang Harusame dan Amagiri berlayar di Laut China Selatan

TOKYO, KOMPAS.com - Sempat dibatalkan pada pertengahan tahun ini, Jepang kembali berencana memasang sistem radar anti-rudal berbasis Aegis Ashore di kapal-kapal perang mereka.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pertahanan mereka untuk mengantisipasi peluncuran rudal balistik yang dilakukan Korea Utara. Demikian diberitakan media lokal surat kabar Asahi.

Seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa pemerintahan di bawah pimpinan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga akan menyetujui rekomendasi yang telah diajukan Dewan Keamanan Nasional sebelum akhir tahun ini, meskipun keputusan soal jenis kapal hingga besaran anggaran baru akan dibahas tahun depan.

Baca juga: Jepang Batal Pasang Sistem Anti-Rudal Aegis Ashore, Ini 2 Sebabnya

Pemasangan sistem radar Aegis baru di atas kapal bisa menghabiskan biaya dua kali lipat dan membutuhkan waktu tiga tahun lebih lama dibandingkan pemasangan sistem radar yang berada di darat.

Dikutip dari kantor berita Reuters, pemasangan sistem radar ini diperkirakan menelan biaya sekitar 2 miliar dollar AS atau setara Rp 28 triliun.

Sebelumnya, pada Juni, Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono membatalkan rencana pemasangan sistem radar anti-rudal berbasis Aegis Ashore di daratan.

Baca juga: Pastor Sekaligus Aktivis Anti-Rudal Ini Bobol Pangkalan Militer AL AS, Dipenjara 2,9 Tahun

Kono beralasan bahwa kemungkinan interseptor rudal bisa jatuh di dekat pemukiman warga.

Nantinya sistem terbaru ini akan memiliki setidaknya jangkauan tiga kali lebih luas dibandingkan sistem sebelumnya.

Kapal-kapal perang Jepang dapat menggunakan interseptor rudal untuk menargetkan rudal balistik di area sub-orbit yang diluncurkan oleh Korea Utara atau musuh potensial lainnya, seperti Cina dan Rusia.

Terkait hal ini, juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman enggan berkomentar.

Baca juga: Sampai di Bumi, Sampel Asteroid dari Hayabusa-2 akan Diteliti di Jepang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X