Kisahnya Bikin Kelas di Zoom Tak Dihadiri Murid Viral, Begini Kabar Si Guru Sekarang

Kompas.com - 06/12/2020, 14:19 WIB
Guru di Malaysia senang akhirnya bisa buat kelas di Zoom, tapi tak ada murid yang hadir. TWITTER NUHA via WORLD OF BUZZGuru di Malaysia senang akhirnya bisa buat kelas di Zoom, tapi tak ada murid yang hadir.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Baru-baru ini di Malaysia, seorang guru setingkat SMP menjadi viral setelah dengan semangat membuat kelas di Zoom.

Namun, semangat pengajar yang bernama Mustakim itu seketika sirna karena para muridnya tidak ada yang hadir di kelarnya.

Kini, setelah kisahnya diangkat oleh si anak Nuha di Twitter, si Cikgu Mustakim mendapatkan permintaan maaf dari para muridnya.

Baca juga: Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Semuanya berawal November lalu, Nuha bercerita ayahnya dengan semangat memintanya untuk mengajari cara membuka pertemuan di Zoom maupun Google Meets.

Kelas online si ayah dimulai pada pukul 08.30. Namun hingga pukul 09.00, tidak ada seorang pun yang hadir di kelas Mustakim.

"Kasihan ayahku, dia mengajar kelas dan tak ada satu pun muridnya yang hadir. Sampai dia harus menelepon mereka satu-satu, dan mereka tidak ada yang mengangkatnya."

Bahkan saat mencoba menelepon siswa-siswanya, banyak di antara mereka yang sengaja mematikan ponselnya, dengan sebagian lagi mengaku harus bekerja.

Demi menyenangkan hati sang ayah yang sudah bersusah payah membuat kelas daring itu, maka Nuha pun berinisiatif untuk hadir.

Dilansir The Rakyat Post Selasa (1/12/2020), sejak kisah yang dialami ayahnya viral, Nuha mengungkapkan murid-muridnya menghubunginya.

"Alhamdulillah, Abi mendapat telepon dari para murid yang meminta maaf dan memintanya untuk membuat kelas lagi," jelas Nuha.

Permintaan itu jelas ditanggapi dengan penuh kebahagiaan oleh Mustakim. Nuha pun mengunggah momen sang ayah mengajar di mana kali ini, dihadiri muridnya.

"Semoga jumlah (murid yang datang) ini tetap sampai selesainya kelas online. Terima kasih untuk semua yang mendukung dan menyemangati Abi," kata dia.

Saat ini, Malaysia memberlakukan Aturan Pembatasan Kegiatan (MCO) karena dilanda oleh virus corona dengan salah satu aturannya adalah kelas dialihkan online.

Beberapa pelajar dilaporkan harus membagi fokusnya antara mendapatkan Sertifikat Pendidikan Malaysia (SPM) maupun membantu orangtua bekerja.

Baca juga: Survei Cambridge: Guru Malaysia Paling Berdedikasi di Dunia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X