Demo di Perancis Berakhir Bentrok, Massa Bakar Kendaraan dan Hancurkan Teras Toko

Kompas.com - 06/12/2020, 10:21 WIB
Demonstran meninggalkan arena kerusuhan di sekitar Place de la Republique setelah aksi demonstrasi pada Sabtu (5/12/2020) di Paris, Perancis. Ribuan orang turun ke jalan  menentang rancangan undang-undang keamanan. Kerusuhan dengan cepat meningkat Paris ketika penyusup membakar beberapa mobil, memecahkan jendela, dan melemparkan proyektil ke arah polisi. AP Photo/Lewis JolyDemonstran meninggalkan arena kerusuhan di sekitar Place de la Republique setelah aksi demonstrasi pada Sabtu (5/12/2020) di Paris, Perancis. Ribuan orang turun ke jalan menentang rancangan undang-undang keamanan. Kerusuhan dengan cepat meningkat Paris ketika penyusup membakar beberapa mobil, memecahkan jendela, dan melemparkan proyektil ke arah polisi.

Sebelumnya, Perancis dilanda gelombang protes setelah pemerintah memperkenalkan rancangan undang-undang keamanan di Parlemen Perancis.

Rancangan undang-undang itu bertujuan untuk meningkatkan pengawasan kepada individu dan membatasi peredaran gambar petugas kepolisian di media dan internet.

Rancangan undang-undang itu adalah bagian dari upaya Macron untuk memperketat aturan dan ketertiban umum menjelang pemilihan umum pada 2022.

Baca juga: Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Reaksi publik

Namun rancangan undang-undang keamanan tersebut memicu reaksi publik.

Pemukulan seorang pria kulit hitam, produser musik Michel Zecler, oleh beberapa petugas polisi pada akhir November meningkatkan kemarahan publik.

Insiden itu terungkap setelah rekaman dari CCTV dan rekaman dari kamera ponsel tentang pemukulan tersebut beredar luas secara online.

Menanggapi kemarahan publik, partai berkuasa di Perancis mengatakan pihaknya akan merevisi sejumlah poin yang dianggap membatasi hak untuk mengedarkan foto petugas polisi.

Namun, langkah tersebut dinilai tidak cukup oleh publik.

Baca juga: Selain Pukuli Pria Kulit Hitam, Ini 5 Kasus Kontroversi Polisi di Perancis

“Kami sedang menuju pembatasan kebebasan yang semakin signifikan. Tidak boleh ada pembenaran,” kata warga Paris, Karine Shebabo.

Pengunjuk rasa lainnya, Xavier Molenat, mengatakan Perancis berupaya mengekang kebebasan sipil namun ironisnya mengumbar pentingnya kebebasan sipil kepada dunia internasional.

Macron mengakui pada Jumat (4/12/2020) bahwa orang kulit berwarna lebih mungkin dihentikan oleh polisi untuk diperiksa identitasnya daripada kulit putih.

Dia mengatakan sebuah platform online akan dibuat bagi warga untuk mencatat pencarian yang tidak beralasan.

Pernyataan presiden direspons dengan kemarahan oleh petugas kepolisian. Serikat Anggota Kepolisian mengatakan komentar yang dilontarkan Macron tersebut memalukan.

Serikat Anggota Kepolisian juga menyangkal tuduhan rasis yang dialamatkan kepada polisi.

Baca juga: 4 Polisi Perancis Pukuli Pria Kulit Hitam, Diduga Bermotif Rasis

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
komentar
Close Ads X