Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Kompas.com - 05/12/2020, 22:48 WIB
Dalam foto yang diambil pada 5 Januari 2018, Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan selama konferensi pers di Champs Elysee di Paris. AFP/POOL/LUDOVIC MARINDalam foto yang diambil pada 5 Januari 2018, Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan selama konferensi pers di Champs Elysee di Paris.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (4/12/2020), mengatakan dia berharap Perancis akan segera menyingkirkan Presiden Emmanuel Macron.

Erdogan menggambarkan Macron sebagai beban bagi Perancis yang mengalami masa-masa berbahaya.

Baca juga: Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

“Macron membebani Perancis. Macron dan Perancis sebenarnya sedang mengalami periode yang sangat berbahaya," ujar Erdogan sebagaimana yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (4/12/2020).

"Harapan saya adalah Perancis menyingkirkan masalah Macron secepat mungkin," kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul setelah shalat Jumat.

Baca juga: Menantu Erdogan Tinggalkan Jabatan Wakil Kepala Dana Kekayaan Negara Turki

Hubungan antara Turki dan Perancis secara khusus sedang tegang dalam beberapa bulan terakhir, karena perbedaan kebijakan di Suriah dan penerbitan karikatur Nabi Muhammad di Perancis.

Pada Oktober, Macron mengatakan Islam adalah agama yang "dalam krisis" secara global.

Baca juga: Presiden Erdogan Ajak Dialog Uni Eropa untuk Masa Depan Turki

Kemudian, oleh Erdogan pernyataan itu dibalas dengan seruan kepada Muslim di seluruh dunia untuk memboikot produk Perancis.

Pada bulan yang sama, Erdogan mengatakan pemimpin Perancis tersebut membutuhkan "pemeriksaan kesehatan mental" atas sikapnya terhadap Muslim.

Baca juga: Macron Tuduh Rusia dan Turki Kampanyekan Sentimen Anti-Perancis di Afrika

Ankara dan Paris juga saling lempar tuduhan tentang peran mereka dalam konflik Nagorno-Karabakh dan bentrokan pada krisis Libya serta konflik antara Yunani dan Turki tentang hak eksplorasi Mediterania Timur.

Baca juga: 76 Masjid di Perancis yang Diduga Promosikan Separatisme Terancam Ditutup


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Global
Twit Viral 'Tombol Diet Coke' Trump Hilang dari Meja Oval Office yang Kini Dipakai Biden

Twit Viral "Tombol Diet Coke" Trump Hilang dari Meja Oval Office yang Kini Dipakai Biden

Global
Informasi Simpang Siur, Garda Nasional Sempat “Diusir” Sebelum Diminta Kembali Masuk Gedung Capitol

Informasi Simpang Siur, Garda Nasional Sempat “Diusir” Sebelum Diminta Kembali Masuk Gedung Capitol

Global
Meme Bernie Sanders Tampil 'Seadanya' pada Pelantikan Biden Juga Viral di Kalangan Netizen Rusia

Meme Bernie Sanders Tampil "Seadanya" pada Pelantikan Biden Juga Viral di Kalangan Netizen Rusia

Global
Remaja 18 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Main TikTok di Rel

Remaja 18 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Main TikTok di Rel

Global
CDC: Alergi Parah dari Vaksin Covid-19 Moderna Sangat Jarang Terjadi

CDC: Alergi Parah dari Vaksin Covid-19 Moderna Sangat Jarang Terjadi

Global
Pabrik Vaksin Covid-19 Terbesar di Dunia Terbakar, 5 Orang Tewas

Pabrik Vaksin Covid-19 Terbesar di Dunia Terbakar, 5 Orang Tewas

Global
Tengah Pandemi Covid-19, Olimpiade Tokyo Tetap Digelar pada 2021

Tengah Pandemi Covid-19, Olimpiade Tokyo Tetap Digelar pada 2021

Global
Joe Biden Akan Dimakzulkan, Fans Kpop Kompak Melawan

Joe Biden Akan Dimakzulkan, Fans Kpop Kompak Melawan

Global
Kepemimpinan Joe Biden-Kamala Harris Cerminkan Wajah Baru Amerika

Kepemimpinan Joe Biden-Kamala Harris Cerminkan Wajah Baru Amerika

Global
Video Seekor Gajah Dibakar Hidup-hidup Ketika Mendekati Sebuah Resor Pribadi

Video Seekor Gajah Dibakar Hidup-hidup Ketika Mendekati Sebuah Resor Pribadi

Global
Biden Jadi Presiden AS, China Serukan Perbaikan Hubungan Antar-negara

Biden Jadi Presiden AS, China Serukan Perbaikan Hubungan Antar-negara

Global
komentar
Close Ads X