UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Kompas.com - 03/12/2020, 20:53 WIB
Kawasan Laut China Selatan. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAKawasan Laut China Selatan.

BRUSSEL, KOMPAS.com - Duta Besar Uni Eropa ( UE) untuk ASEAN Igor Driesmans menekankan pentingnya tindakan non-militerisasi dalam menyikapi konflik wilayah Laut China Selatan.

"Kami menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap supremasi hukum, kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara, keamanan dan keselamatan maritim, kebebasan navigasi dan penerbangan," kata Igor dalam konverensi pers virtual pada Selasa (2/12/2020).

Baca juga: Pilpres AS: Dampak terhadap Ekonomi Indonesia dan Konflik Laut China Selatan

Ada pun penyelesaian sengketa secara damai, haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip yang diakui secara universal, hukum internasional, termasuk Konvensi PBB pada 1982 tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Selain itu, ada standar yang relevan dan praktik yang direkomendasikan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan Organisasi Maritim Internasional, untuk menjadi acuan. 

Baca juga: AS akan Cari Cara Baru Jalin Kerja sama dengan Indonesia di Laut China Selatan

"Kita menekankan pentingnya non-militerisasi dan pengendalian diri dalam melakukan semua kegiatan oleh penuntut dan semua negara lain," ujarnya.

"Termasuk yang disebutkan dalam Deklarasi 2002 tentang Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan (DOC) yang bisa lebih jauh memperumit situasi dan meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan," lanjutnya.

Igor menyampaikan hal itu usai berlangsung Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-UE ke-23 (AEMM) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa (UE) menyelenggarakan, pada Selasa, 1 Desember 2020 melalui video conference.

Baca juga: PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

Uni Eropa (EU) berkomitmen untuk bekerjasama dengan ASEAN menuju kemitraan strategis dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, lingkungan, serta geopolitik.

Pertemuan AEMM tersebut dipimpin oleh Menteri Singapura Luar Negeri Vivian Balakrishnan, sebagai Koordinator Negara untuk Hubungan Dialog ASEAN-UE, dan Perwakilan Tinggi UE untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan/Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell.

Baca juga: China Desak Negara ASEAN Bersatu Tangkal AS di Laut China Selatan

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri atau perwakilannya dari seluruh Negara Anggota ASEAN dan 27 Negara Anggota UE, serta ASEAN Sekretariat dan Komisi Eropa.

Sejauh ini, tensi semakin tegang di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan sejalan dengan China yang meningkatkan kehadiran militernya di negara tetangga yang bersinggungan dengan Laut China Selatan, baik di udara maupun di laut. 

Baca juga: China Sebut Intervensi Langsung AS di Laut China Selatan Mengandung Kepentingan Politik


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Global
Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Global
komentar
Close Ads X