Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Kompas.com - 03/12/2020, 19:43 WIB
Ilustrasi visa on arrival. ISTIlustrasi visa on arrival.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) mengeluarkan aturan masuk baru bagi anggota Partai Komunis China (PKC) yang bepergian ke "Negeri Paman Sam", menurut laporan New York Times yang mengutip Kementerian Luar Negeri AS.

Kebijakan baru yang langsung berlaku pada Rabu (2/12/2020) itu membatasi visa anggota PKC dan keluarga dekat mereka menjadi 1 bulan dan 1 kali masuk ke negara itu.

"Selama puluhan tahun kami memberi PKC akses bebas dan tidak terbatas ke institusi dan bisnis AS, sedangkan hak istimewa yang sama ini tidak pernah diberikan secara bebas kepada warga AS di China," ujar juru bicara Kemenlu AS dalam pernyataan yang dikutip New York Times.

Baca juga: Lawan China, Sejumlah Politisi Dunia Ajak Publik Minum Wine Australia

Sebelumnya para pemohon visa bisa mendapat masa kunjungan 10 tahun. Kemudian menurut laporan itu, pembatasan baru ini dapat mencekal sekitar 270 juta warga China, atau hampir seperempat populasi "Negeri Panda" yang mencapai 1,4 miliar penduduk.

Ketegangan AS dan China yang merupakan dua negara poros perekonomian dunia, meningkat di berbagai bidang dan mereka sama-sama mengetatkan batasan perjalanan untuk para warga negara rivalnya.

Keduanya telah membatasi visa jurnalis. Washington membatasi jumlah warga negara China dari kantor berita yang dikelola pemerintah di AS awal tahun ini.

China lalu membalasnya pada Maret, dengan mendepak belasan lebih jurnalis Amerika dari New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal.

Baca juga: China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

Pemerintahan Trump lalu mencabut visa lebih dari 1.000 pelajar China melalui kebijakan pada Juni, terkait tuduhan spionase dan pencurian kekayaan intelektual.

Diberitakan AFP, Beijing belum mengonfirmasi pembatasan baru ini pada Kamis (3/12/2020), tetapi mengatakan bahwa pembatasan perjalanan menunjukkan kebencian dan pola pikir abnormal terhadap Partai Komunis.

"Beberapa kekuatan ekstrem anti-China di AS, didorong oleh bias ideologis yang kuat, dan mentalitas Perang Dingin yang mengakar, secara politik menindas China," ucap juru bicara Kemenlu Hua Chunying pada konferensi pers hari ini.

"Ini adalah eskalasi penindasan politik mereka terhadap China, dan China sangat menentangnya," lanjutnya.

Beijing sebelumnya menuduh Washington melakukan penganiayaan politik dan diskriminasi rasial atas pembatasan visa yang diberlakukan.

Baca juga: [VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X