Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Kompas.com - 03/12/2020, 07:29 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan di Amerika Serikat (AS), hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 atau plasebo. SHUTTERSTOCK/Blue Planet StudioIlustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan di Amerika Serikat (AS), hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 atau plasebo.

LONDON, KOMPAS.com - Inggris menjadi negara Eropa pertama yang menyetujui vaksin Covid-19 untuk penggunaan umum, mengumumkan peluncuran vaksin Pfizer- BioNTech mulai pekan depan sebagai perlawanan terhadap virus corona, lapor CGTN, Kamis (3/12/2020).

Persetujuan terhadap vaksin yang dikembangkan perusahaan pembuat obat Amerika Pfizer dan BioNTech Jerman itu datang di saat kasus infeksi kembali meningkat di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Kasus infeksi kian membebani tenaga dan sistem medis di rumah sakit, tempat pemakaman, dan memberi dampak besar pada penyusutan perekonomian negara.

Baca juga: Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Badang Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA) memberikan persetujuan penggunaan darurat bagi vaksin Pfizer-BioNTech yang menurut mereka 95 persen efektif mencegah penyakit, dalam waktu singkat, hanya 23 hari sejak vaksin itu merilis data pertama dari tahap akhir uji klinis.

Pihak MHRA yang diwakili kepala eksekutif June Raine mengatakan pada jumpa pers bahwa masyarakat berhak mendapatkan apa pun. 

Dia menegaskan bahwa sertifikasi MHRA tidak berbeda dengan mitranya di AS dan Uni Eropa lain.

Baca juga: Soal Keabsahan Data Vaksin Corona Pfizer dan Moderna, Begini Kata Fauci...

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memuji tindakan persetujuan vaksin yang dilakukan otoritas MHRA, di tengah meningkatnya angka kematian akibat infeksi virus corona.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan bahwa Inggris berharap bisa mulai menerima kiriman 800.000 dosis vaksin pertama dalam bebrapa hari dan rakyatnya akan bisa mendapat suntikan sesegera mungkin setelah Layanan Kesehatan Nasional (NHS) lebih dulu mendapatkannya.

"Bantuan sedang dalam perjalanan," kata Hancock dikutip BBC, seraya menambahkan bahwa situasinya mungkin akan mulai membaik pada musim semi.

Persetujuan vaksin ini adalah terobosan yang diharapkan mampu memulihkan negara itu setelah selama setahun mengalami banyak trauma dan kerugian baik secara sumber daya manusia maupun ekonomi.

Baca juga: Diklaim Efektif di Atas 90 Persen, Ini Bedanya Vaksin Corona Pfizer dan Moderna


Sumber CGTN News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Pemukiman Warga

Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Pemukiman Warga

Global
Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Global
Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Global
Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Global
Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Global
Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Global
Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Global
33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

Global
Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Global
PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

Global
'El Chapo' Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

"El Chapo" Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

Global
Sopir Diduga 'Ngebut', Bus Wisata Terguling, 1 Orang Tewas, 2 Orang Kritis

Sopir Diduga 'Ngebut', Bus Wisata Terguling, 1 Orang Tewas, 2 Orang Kritis

Global
Jill Biden Sebut Dirinya 'Ibu Garda Nasional' Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Jill Biden Sebut Dirinya "Ibu Garda Nasional" Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Global
11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

Global
Kakek 73 Tahun Digigit Hiu Saat Snorkeling di Maui

Kakek 73 Tahun Digigit Hiu Saat Snorkeling di Maui

Global
komentar
Close Ads X