Kebakaran Besar Lalap Hutan Situs UNESCO Australia

Kompas.com - 02/12/2020, 18:40 WIB
Burning embers cover the ground as firefighters (back R) battle against bushfires around the town of Nowra in the Australian state of New South Wales on December 31, 2019. - Thousands of holidaymakers and locals were forced to flee to beaches in fire-ravaged southeast Australia on December 31, as blazes ripped through popular tourist areas leaving no escape by land. (Photo by Saeed KHAN / AFP) SAEED KHANBurning embers cover the ground as firefighters (back R) battle against bushfires around the town of Nowra in the Australian state of New South Wales on December 31, 2019. - Thousands of holidaymakers and locals were forced to flee to beaches in fire-ravaged southeast Australia on December 31, as blazes ripped through popular tourist areas leaving no escape by land. (Photo by Saeed KHAN / AFP)

SYDNEY, KOMPAS.com – Kebakaran hutan besar-besaran kini melanda seluruh tempat wisata populer Pulau Fraser, Australia. Situs Warisan Dunia UNESCO itu telah membara di luar kendali selama enam minggu terakhir.

Sejumlah bagain Negeri Kangguru mengalami panas yang terik saat ini. Tercatat gelombang panas sudah melampaui rekor terpanas November lalu.

Petugas pemadam kebakaran di Australia terus memerangi kebakaran hutan besar-besaran di seluruh tempat wisata populer Pulau Fraser.

Turis dan staf di situs Warisan Dunia UNESCO telah terpaksa mengungsi saat api menutup di tempat-tempat wisata lokal, dan hutan unik pulau itu tertutupi asap.

Awak darurat menggunakan bom air untuk memperlambat kobaran api, tetapi dinas pemadam kebakaran memeringatkan kondisi bisa menjadi lebih buruk.

"Petugas pemadam kebakaran sedang bekerja memadamkan api. Tetapi mereka mungkin tidak dapat melindungi setiap properti. Anda seharusnya tidak mengharapkan petugas pemadam kebakaran di depan pintu Anda," kata salah satu petugas seperti dilansir CNN.

Baca juga: Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Penyelidik telah memperingatkan kebakaran hutan Australia kemungkinan akan terjadi lagi. Bahkan diprediksi bisa lebih buruk,

Kebakaran hutan Australia kemungkinan besar akan terjadi lagi - dan bahkan bisa lebih buruk, penyelidikan memperingatkan.

Biro Meteorologi Queensland mengatakan, bahaya kebakaran kemungkinan diperburuk oleh angin kencang. Kondisi gelombang panas yang ekstrim juga diperkirakan akan terus berlanjut di negara bagian itu selama beberapa hari ke depan.

Kebakaran di Pulau Fraser dipicu oleh api unggun ilegal. Dalam enam minggu itu telah merobek 76.000 acre (187.800 hektar) lahan semak kering tulang, menurut afiliasi CNN, Nine News.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Global
Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Global
Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Global
Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Global
AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

Global
Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Global
Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Global
10 'Kejahatan' yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

10 "Kejahatan" yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Global
Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Global
Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Global
Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Global
Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut 'Pasien Nol Covid-19'

Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut "Pasien Nol Covid-19"

Global
 Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Global
Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Global
komentar
Close Ads X