Kompas.com - 02/12/2020, 15:06 WIB
CEO Tesla, Elon Musk. Getty Images via DW IndonesiaCEO Tesla, Elon Musk.

KOMPAS.com - Banyak industri yang terpukul oleh pandemi virus corona. Tetapi ada juga bisnis yang mengeruk keuntungan besar di masa pandemi Covid-19.

Beberapa orang yang sudah kaya menjadi lebih kaya lagi, ada juga yang mendadak untung besar, termasuk beberapa orang pengusaha Jerman.

Inilah tujuh orang yang untung besar di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Keponakan Kim Jong Un yang Kaya Menghilang Setelah Bertemu CIA

1. Jeff Bezos, Amazon

Pendiri Amazon Jeff Bezos tentu bermain di kelas tersendiri. Perusahaan e-commerce miliknya dengan cepat melejit selama pandemi Covid-19.

Nilai saham Amazon terus menerus mencatat rekor baru, membuat Jeff Bezos menjadi orang terkaya di dunia

Dia semakin kaya selama pandemi virus corona, dengan nilai kekayaan 193 miliar dollar AS (Rp 2.806 triliun) menurut majalah Forbes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Orang Kaya Australia Habiskan Hartanya demi Atasi Perubahan Iklim

2. Elon Musk, Tesla

Perusahaan Tesla milik Elon Musk memang membuat mobil, tetapi di bursa saham, perusahaannya melejit seperti roket yang meluncur ke antariksa.

Tesla termasuk perusahaan yang mengeruk keuntungan dari antusiasme seputar saham teknologi selama pandemi.

Beberapa waktu lalu, Elon Musk menyalip Bill Gates (Microsoft) dalam daftar orang terkaya dunia dan kini menempati peringkat kedua, dengan kekayaan sekitar 132 miliar dollar AS (Rp 1.870 triliun).

Baca juga: Tergiur Jadi Kaya Raya, Dokter Ini Tertipu Membeli Lampu Aladdin Rp 4,8 Miliar

3. Eric Yuan, Zoom

Meningkatnya jumlah orang yang bekerja dari rumah di masa pandemi, menjadi keuntungan besar bagi Eric Yuan.

Pendiri Zoom ini pindah dari China ke AS ketika dia berusia 27 tahun. Setelah beberapa tahun bekerja dengan WebEx, dia meluncurkan platform komunikasi videonya sendiri, Zoom yang dluncurkan di pasar bursa pada 2019.

Sejak pecahnya krisis virus corona, nilai sahamnya ibarat meledak. Eric Yuan diperkirakan memiliki kekayaan sekitar 19 miliar dollar AS (Rp 269 triliun).

Baca juga: Nenek Temukan Ikan Mati Raksasa, Dijual Laku Rp 65 Juta dan Kaya Mendadak

4. John Foley, Peloton

Pada 2013, John Foley masih berkeliling kesana-kemari mempromosikan peralatan fitness-nya.

Di saat pandemi, ketika banyak orang harus tinggal di rumah dan banyak tempat olahraga ditutup, makin banyak orang yang membeli peralatan olahraga rumah dari Peloton.

Saham perusahaan ini melonjak tiga kali lipat selama pandemi, dan membuat John Foley yang berusia hampir 50 tahun menjadi miliarder.

Baca juga: Negara Kaya Disebut Sudah Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19

5. Tobias Lütke, Shopify

Shopify memungkinkan pedagang membuat toko online mereka sendiri - sebuah konsep yang dikembangkan oleh Tobias Lütke.

Lahir di Koblenz, Jerman, dia beremigrasi ke Kanada pada 2002 dan mulai mengembangkan bisnisnya dari garasi.

Saat ini, Shopify adalah perusahaan paling berharga di Kanada, dengan harga sahamnya naik dua kali lipat sejak Maret.

Majalah Forbes menaksir kekayaan Tobias Lütke yang berusia 39 tahun sekitar 9 miliar dollar AS (Rp 127 triliun).

Baca juga: Pandemi Virus Corona Robohkan Pilar Ekonomi Dunia yang Didominasi Orang Kaya

6. Ugur Sahin, BioNTech

Awal Januari, Ugur Sahin mulai mengembangkan vaksid Covid-19, dengan perusahaan yang dia dirikan bersama istrinya, Özlem Türeci yakni BioNTech.

Ketika itu belum ada orang yang terdeteksi terinfeksi Covid-19 di Jerman dan Eropa. Tapi insting bisnis suami-istri keturunan Turki ini ternyata membuahkan hasil.

Nilai saham yang mereka miliki di BioNTech, yang bekerjasama dengan raksasa farmasi AS Pfizer, diperkirakan mencapai 2,4 miliar dollar AS (Rp 34 triliun).

Baca juga: Kaya Mendadak, Dua Orang Ini Temukan Dua Bongkah Emas Bernilai Rp 3,7 Miliar

7. Dominik Richter, HelloFresh

Perusahaan layanan makanan HelloFresh langsung berkembang pesat di masa pandemi Covid-19.

Keuntungannya naik lebih dari tiga kali lipat, menurut laporan pendapatan kuartalan terbaru yang dirilis awal November.

Salah satru pendiri dan pemegang sahamnya, Dominik Richter, berhasil memanfaatkan situasi, di mana banyak restoran harus ditutup atau hanya bisa melayani penjualan makanan untuk dibawa pulang.

Dominik Richter memang belum berada di liga para milarder, tetapi dia sedang menuju ke sana.

Baca juga: Paus Fransiskus Meminta Negara Kaya Tidak Menimbun Vaksin Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.