China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

Kompas.com - 02/12/2020, 13:55 WIB
Pemandu wisata membawa unta di dekat Danau Sabit Yueyaquan di Dunhuang, barat laut Provinsi Gansu, China, 12 Mei 2013. Tempat ini sangat historis. Berada di Jalur Sutra dan menjadi titik pertemuan serta pusat perdagangan kebudayaan timur dan kebudayaan barat. AFP PHOTO / ED JONESPemandu wisata membawa unta di dekat Danau Sabit Yueyaquan di Dunhuang, barat laut Provinsi Gansu, China, 12 Mei 2013. Tempat ini sangat historis. Berada di Jalur Sutra dan menjadi titik pertemuan serta pusat perdagangan kebudayaan timur dan kebudayaan barat.

XINING, KOMPAS.com -  Lebih dari 1.000 artefak berhasil digali dari sebuah situs makam di Provinsi Qinghai, China barat laut.

Arkeolog mengatakan temuan itu mengindikasikan bahwa provinsi tersebut dahulu menjadi pusat penting bagi Jalur Sutra kuno.

Temuan di Makam Nomor Satu  Xuewei tersebut, yang menjadi bagian dari Makam Reshui di Wilayah Dulan, mencakup peralatan perak, gelas, dan tekstil.

Baca juga: Selalu Alami Nasib Sial, Turis Kembalikan Artefak Curian

Keterampilan dan desain pada beberapa artefak halus yang ditemukan di makam tersebut memiliki ciri etnik Asia Tengah dan Barat, ujar Han Jianhua, peneliti associate di Institut Arkeologi di bawah Akademi Ilmu Sosial China.

Makam multiruang itu merupakan struktur dari kayu dan batu yang terdiri dari dua bagian, yakni level dasar dan level bawah tanah sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Han menambahkan sebuah lubang panjang untuk pengorbanan ditemukan di makam tersebut, tempat di mana beberapa kuda, sapi, antelop, dan yak dikubur.

Baca juga: [VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

"Makam Nomor Satu Xuewei adalah makam yang secara struktural paling utuh yang pernah digali di Daratan Tinggi Qinghai-Tibet," ujar Han.

Dia menambahkan bahwa makam ini bernilai tinggi bagi penelitian tentang adat pemakaman di kawasan tersebut, hubungan antara Dinasti Tang (tahun 618 hingga 907) dan etnik minoritas, sejarah transportasi Jalur Sutra, serta pertukaran barang dan kebudayaan di masa itu.

"Menilai dari artefak-artefak ini, kami meyakini bahwa makam tersebut berasal dari pertengahan abad ke-8," kata Han.

Baca juga: China Menolak Meminta Maaf kepada Australia Terkait Foto Tentara Palsu

"Makam ini termasuk makam mewah, mungkin milik seseorang setingkat kepala suku," imbuh Han.

Ditemukan pada 1982, Makam Reshui berasal dari era antara abad ke-6 hingga ke-8.

Makam tersebut terletak di kedua sisi Sungai Qagan Us di ketinggian 3.400 hingga 3.500 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Data Covid-19 China Bocor, Ternyata Sembunyikan Separuh Kasus dan Kematian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Global
Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Global
Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Global
Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Global
Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Global
Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

Global
Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.