Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Kompas.com - 02/12/2020, 12:23 WIB
Suasana setelah pengemudi mobil Land Rover menabraki para pejalan kaki di trotoar di Trier, Jerman, Selasa (1/12/2020). Shutterstock via MirrorSuasana setelah pengemudi mobil Land Rover menabraki para pejalan kaki di trotoar di Trier, Jerman, Selasa (1/12/2020).

TRIER, KOMPAS.com – Tersangka dalam "serangan mobil" yang menewaskan lima orang di trotoar kota Trier, Jerman, rupanya tengah mabuk.

Kelima orang tersebut, termasuk satu bayiberusia 9 pekan, tewas setelah seorang pria mengemudikan SUV Land Rover berwarna silver dan menabraki para pejalan kaki pada Selasa (1/12/2020).

Insiden nahas tersebut juga menyebabkan 15 orang lain mengalami luka-luka sebagaimana dilansir dari Mirror.

Jaksa penuntut umum, dalam konferensi pers Selasa malam waktu setempat, mengatakan bahwa tersangka sedang mabuk ketika melakukan aksinya.

Baca juga: Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Tidak ada indikasi motif teror dalam “serangan mobil” tersebut. Jaksa penuntut umum menambahkan tersangka tampaknya belum pernah terjerat dalam tindakan hukum sebelumnya.

Para saksi mata sebelumnya mengatakan orang-orang berteriak panik dan beberapa terlempar ke udara ketika mobil tersebut menabraki pejalan kaki di trotoar.

Wali Kota Trier Wolfram Leibe mengatakan para korban termasuk bayi berusia sembilan pekan dan seorang wanita berusia 72 tahun.

Dia mengatakan insiden tersebut merupakan hari paling hitam di Trier setelah Perang Dunia II.

Baca juga: Jika Disetujui, Jerman akan Memulai Vaksinasi pada Desember

Petugas kepolisian menyisir tempat kejadian perkara ( TKP) untuk mencari bukti, didukung oleh polisi yang membawa senjata berat.

"Kami telah menangkap satu orang, satu kendaraan telah diamankan," kata polisi.

Pihak kepolisian menambahkan bahwa seorang tersangka berusia 51 tahun sekarang sedang diperiksa.

Liebe mengatakan kepada media N-TV bahwa orang-orang yang melihat insiden itu sangat trauma dan menggambarkan jalanan terlihat seperti setelah perang.

Baca juga: Raja Thailand Bisa Diusir Jika Terbukti Memerintah dari Jerman

Liebe tampak menitikkan air matanya saat berbicara mengenai insiden nahas tersebut dan menggambarkan insiden itu sebagai amukan.

Para saksi di Trier mengatakan Range Rover berwarna silver menabrak orang secara acak.

Kendaraan tersebut melaju melalui zona pejalan kaki dengan kecepatan diperkirakan sekitar 64 kilometer per jam.

Baca juga: Pria Jerman Ditangkap atas Dugaan Kanibalisme, Berawal dari Kencan Online


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Global
[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

Internasional
Paus Fransiskus ke Irak, Ini Agendanya Selama 4 Hari

Paus Fransiskus ke Irak, Ini Agendanya Selama 4 Hari

Global
Kekerasan Junta Militer Meningkat, KBRI Yangon Siaga II

Kekerasan Junta Militer Meningkat, KBRI Yangon Siaga II

Global
Paus Fransiskus Tiba di Irak, Begini Sambutan Untuknya...

Paus Fransiskus Tiba di Irak, Begini Sambutan Untuknya...

Global
Merasa Masih Ada Ancaman, Garda Nasional Diminta Menjaga Gedung Capitol 2 Bulan Lagi

Merasa Masih Ada Ancaman, Garda Nasional Diminta Menjaga Gedung Capitol 2 Bulan Lagi

Global
Bocah 4 Tahun Cidera Kepala Serius Setelah Jatuh dari Eskalator Mal Rusia

Bocah 4 Tahun Cidera Kepala Serius Setelah Jatuh dari Eskalator Mal Rusia

Internasional
Pria Ini Temukan 2 Bongkahan Besar Muntahan Paus, Diyakini Berharga Rp 4,7 Miliar

Pria Ini Temukan 2 Bongkahan Besar Muntahan Paus, Diyakini Berharga Rp 4,7 Miliar

Global
Berusaha Menangkap Ponsel, Remaja Ini Jatuh dari Lantai 12 dan Tewas

Berusaha Menangkap Ponsel, Remaja Ini Jatuh dari Lantai 12 dan Tewas

Internasional
Lewat TikTok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Lewat TikTok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Global
PBB: Belum Ada Bukti Putri Latifa Masih Hidup

PBB: Belum Ada Bukti Putri Latifa Masih Hidup

Global
300.000 Orang Berlomba untuk Temani Miliarder Jepang ke Bulan

300.000 Orang Berlomba untuk Temani Miliarder Jepang ke Bulan

Global
Islandia Diguncang 18.000 Gempa dalam Sepekan, Ahli Cari Tahu Penyebabnya

Islandia Diguncang 18.000 Gempa dalam Sepekan, Ahli Cari Tahu Penyebabnya

Global
Takut Sendirian, Pria Ini Tinggal bersama Jenazah Adik yang Membusuk

Takut Sendirian, Pria Ini Tinggal bersama Jenazah Adik yang Membusuk

Internasional
komentar
Close Ads X