Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Kompas.com - 02/12/2020, 10:55 WIB
Anggota Parlemen Eropa dari Partai Fidesz-KDNP Hongaria, Jozsef Szajer, memberikan pidato dalam kampanye jelang pemilihan Parlemen Eropa di Budapest, pada 5 April 2019. Politisi yang dikenal sebagai anti-gay ini mengundurkan diri setelah ketahuan bersama dengan 24 pria telanjang dalam pesta seks. AFP PHOTO/PETER KOHALMIAnggota Parlemen Eropa dari Partai Fidesz-KDNP Hongaria, Jozsef Szajer, memberikan pidato dalam kampanye jelang pemilihan Parlemen Eropa di Budapest, pada 5 April 2019. Politisi yang dikenal sebagai anti-gay ini mengundurkan diri setelah ketahuan bersama dengan 24 pria telanjang dalam pesta seks.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Seorang politisi anti- gay di Hongaria dilaporkan mundur, setelah dia ketahuan berada dalam pesta seks bersama 24 pria telanjang.

Jozsef Szajer mengundurkan diri pada Minggu (29/11/2020), setelah dia mengakui melanggar lockdown virus corona di Belgia demi menghadiri pesta itu.

Harian lokal La Derniere Heure yang mengutip sumber kepolisian melaporkan, polisi menggerebek pesta seks itu pada Jumat waktu setempat (27/11/2020).

Baca juga: Langgar Aturan Covid-19, Ratusan Orang yang Mengantre untuk Pesta Seks Dibubarkan

Saat itu, mereka menemukan ada 25 pria telanjang termasuk Szajer dan sejumlah diplomat. "Kami menghentikan pemerkosaan massal mereka," ujar sumber penegak hukum.

Penangkapan Szajer merupakan pukulan telak bagi pemerintahan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban sekaligus partainya, Fidesz.

Sebabnya, pemerintahan Orban dikenal menentang hak dari gay maupun kelompok LGBTQ lainnya sejak dia terpilih sebagai PM pada 2010.

Szajer, yang mewakili Fidesz di Parlemen Eropa, membantu menetapkan konstitusi Hongaria untuk melindungi pernikahan sebagai bersatunya pria dan perempuan.

Politisi sayap kanan sekaligus sekutu Orban itu dilaporkan memanjat jendela di lantai satu dan kemudian "melarikan diri ke sepanjang selokan".

Dilansir Politico via Business Insider Selasa (1/12/2020), aparat menggerebek tempat itu karena merespons laporan keluhan mengenai keributan di malam hari.

Baca juga: Fakta Pesta Seks 6 Anak dan Remaja di Aceh, 2 Pelaku Perempuan Terlibat Prostitusi

Berdasarkan keterangan kantor jaksa penuntut, kaburnya Szajer diketahui oleh pengguna jalan yang melihatnya berlari menghindari penggerebekan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Global
Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Global
Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Global
Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Global
AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

Global
Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Global
Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Global
10 'Kejahatan' yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

10 "Kejahatan" yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Global
Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Global
Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Global
Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Global
Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut 'Pasien Nol Covid-19'

Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut "Pasien Nol Covid-19"

Global
 Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Global
Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Global
komentar
Close Ads X