Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Kompas.com - 02/12/2020, 10:24 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 sembuh dari infeksi. Angka recovery rate (rasio kesembuhan) kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. SHUTTERSTOCK/wavebreakmediaIlustrasi pasien Covid-19 sembuh dari infeksi. Angka recovery rate (rasio kesembuhan) kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Larisa Kachkaeva sepupu Svetlana mengatakan sebelum kedua kematian itu, ibunya, Vera, juga menderita sakit parah. Dia diminta pergi ke rumah sakit tetapi ketika dia tiba pada 2 November, tidak ada tempat tidur yang tersedia.

“Dia diberitahu untuk berbaring di lantai di koridor, setelah hasil scan menunjukkan 60 persen kerusakan pada paru-parunya,” terang Kachkaeva.

Vera, 62, meninggal pada 12 November.

Tiga kematian telah memicu perebutan hak asuh atas bayi Kirey.

Baca juga: Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Svetlana yang telah bercerai menolak menyebutkan nama ayah dari anaknya yang telah lama ditunggu.

Bayi itu - yang dirawat di rumah sakit - sekarang menjadi satu-satunya pewaris properti berharga di St Petersburg, termasuk dua apartemen.

Seorang pria yang diidentifikasi hanya sebagai M telah mengeklaim bahwa dia adalah ayah anak laki-laki tersebut dan akan menjalani tes DNA.

Kachkaeva juga menawarkan untuk mengadopsi dan membesarkan anak tersebut. Ia mengeklaim bahwa sebelum dia meninggal, Svetlana telah menyangkal bahwa M adalah ayahnya.

M disebut hanyalah seorang rekan kerja. “Svetlana mengatakan bahwa dia bukan ayah dari anak itu,” terang sepupu Svetlana itu kepada outlet berita Fontanka:

Baca juga: Bukti Menjaga Jarak Fisik Efektif Kurangi Penyebaran Covid-19, Studi Jelaskan

"Kami menunggu hasil analisis DNA dan pengadilan akan memutuskan."

Rusia kemarin (01/12/20) secara resmi melaporkan 26.338 kasus Covid-19 baru termasuk 6.511 di Moskow dan 3.691 di St Petersburg. Kini total nasional menjadi 2.295.654 kasus sejak pandemi dimulai.

Pihak berwenang juga mengumumkan 368 kematian dalam 24 jam terakhir. Hal ini mendorong jumlah kematian resmi menjadi 39.895.

Berbagai sumber meragukan angka tersebut, yang menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X