Berpacu dalam Pandemi, Inilah Deretan Calon Vaksin Corona Terdepan...

Kompas.com - 01/12/2020, 21:13 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA). SHUTTERSTOCK/Nixx PhotographyIlustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA).

KOMPAS.com - Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 di antaranya sudah melakukan uji klinis, untuk mengetes kandidat potensial vaksin virus corona penyebab Covid-19.

Namun hingga berita ini dirilis, belum ada satu pun kandidat vaksin yang mendapat izin resmi untuk digunakan dan diedarkan.

Perusahaan Bio-farmasi Jerman BioNTech yang digandeng Pfizer dari AS, yang pertama mengumumkan kandidat vaksin mereka yang diberi nama BNT162b2 diklaim punya keampuhan 95 persen.

Disusul perusahaan bio-farmasi AS, Moderna yang mengklaim kandidat vaksinnya, mRNA-1273 memiliki keampuhan hingga 94,5 persen.

Baca juga: Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Sejauh mana kemajuan pengembangan vaksin?

BioNTech sudah menguji coba kandidat vaksinnya pada tahapan ketiga dengan lebih dari 43.500 responden.

Moderna melaporkan melakukan uji coba tahap tiga pada lebih dari 30.000 responden, sedangkan Sinovac dari China melakukan uji klinis tahap ketiga pada 29.000 responden.

Selebihnya, sebagian besar kandidat vaksin Covid-19 masih berada dalam tahapan uji pra-klinis. Dalam arti, uji coba baru dilakukan di laboratorium dan dites pada binatang, bukan pada manusia.

DW INDONESIA Fase pengembangan vaksin corona
DW INDONESIA Fase pengembangan vaksin corona
Jika uji klinis dinyatakan sukses, sebuah perusahaan bisa mengajukan permohonan resmi ke jawatan regulasi, untuk mendapat izin penggunaan oleh publik.

Sejauh ini ada tiga jawatan regulasi obat, vaksin dan makanan yang reputasinya diakui secara global, yakni The Food and Drug Administration (FDA) di AS, European Medicines Agency (EMA) di Eropa, dan Pharmaceuticals and Medical Device Agency di Jepang.

Baca juga: Kemenkes: Pemerintah Sedang Susun Skema Pembiayaan Vaksin Covid-19

Perusahaan mana yang sudah uji klinis tahap lanjut?

Saat berita ini dirilis, ada lebih dari 100 tim peneliti di seluruh dunia, yang meneliti dan mengembangkan vaksin corona.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X