Sri Lanka Bebaskan Tahanan Usai Kerusuhan Penjara Mematikan akibat Covid-19

Kompas.com - 01/12/2020, 19:01 WIB
Narapidana menggelar protes di atap penjara Welikada di ibu kota Sri Lanka, Kolombo 18 November 2020 untuk menuntut pembebasan lebih awal dari tahanan untuk menghindari tertular virus corona Covid-19.
AFP PHOTO/LAKRUWAN WANNIARACHCHINarapidana menggelar protes di atap penjara Welikada di ibu kota Sri Lanka, Kolombo 18 November 2020 untuk menuntut pembebasan lebih awal dari tahanan untuk menghindari tertular virus corona Covid-19.

COLOMBO, KOMPAS.com - Sri Lanka membebaskan ratusan tahanan dan mengatakan akan membebaskan ribuan lagi setelah kerusuhan yang dipicu oleh kemarahan atas kasus virus corona di salah satu dari banyak penjara yang penuh sesak terjadi.

Presiden Gotabaya Rajapaksa pada Selasa (01/12/2020) memberi amnesti kepada 637 narapidana di seluruh negeri sejak kerusuhan yang menewaskan sembilan napi dan melukai 113 lainnya itu.

Menteri Kehakiman Ali Sabry mengatakan, pemerintah sedang bekerja untuk mempercepat pembebasan dengan jaminan ribuan tahanan untuk mengurangi kepadatan di penjara.

Sementara itu Rajapaksa memecat Menteri Reformasi Penjara Sudharshini Fernandopulle dan memindahkannya ke kementerian baru yang menangani pandemi.

Baca juga: Kerusuhan di Penjara Sri Lanka akibat Narapidana Coba Kabur, 8 Orang Tewas

Penjara Sri Lanka menampung lebih dari 30.000 narapidana. Jumlahnya hampir tiga kali lipat kapasitas seharusnya. Sebanyak 1.200 narapidana telah dites positif terkena virus corona dengan dua kematian, menurut angka resmi.

Penjaga melepaskan tembakan ke penjara Mahara dengan keamanan tinggi di luar Kolombo pada Minggu (29/11/2020) malam setelah tahanan mengamuk menuntut dibebaskan karena melonjaknya kasus virus corona.

Penjara di negara Asia Selatan itu telah mengalami kerusuhan selama berminggu-minggu karena jumlah kasus Covid-19 melonjak. Pihak berwenang telah melarang kunjungan dan mencegah staf bepergian ke seluruh negeri.

Seorang tahanan terbunuh ketika dia jatuh saat mencoba memanjat tembok penjara di wilayah Bogambara tengah.

Baca juga: Perintahkan Jenazah Covid-19 agar Dikremasi, Pemerintah Sri Lanka Dikecam

Jumlah kematian Covid-19 di seluruh Sri Lanka meningkat enam kali lipat bulan lalu menjadi 118, sementara infeksi lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 24.000.

Negara pulau berpenduduk 21 juta orang itu melonggarkan jam malam tiga bulan pada 28 Juni. Tetapi gelombang kedua yang melanda pada Oktober mendorong pembatasan yang lebih ketat.

Kerusuhan penjara itu adalah yang terburuk sejak komando polisi secara kontroversial menembak mati 27 narapidana setelah kerusuhan di penjara utama Welikada di Sri Lanka pada 2012.

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X