Curhatan Kecewa Trump karena FBI Tidak Membantunya Tangani Penipuan Pemilu AS

Kompas.com - 30/11/2020, 12:05 WIB
Donald Trump berbicara setelah mengikuti telekonferensi video dengan para anggota tentara dalam rangka Thanksgiving. REUTERS via BBC IndonesiaDonald Trump berbicara setelah mengikuti telekonferensi video dengan para anggota tentara dalam rangka Thanksgiving.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Donald Trump mengecam FBI karena tidak mendukung klaim penipuan pemilu, mengeluh tidak melayaninya dan mengatakan dia kecewa karena mereka tidak "menangkap" siapa pun.

"Mengapa FBI tidak ada di mana-mana?" katanya pada Minggu pagi (29/11/2020), dalam wawancara televisi pertamanya sejak pemilu.

"Mereka tidak. Mereka tidak benar, dan itu hal yang mengerikan," lanjutnya.

Presiden mengatakan kepada presenter Fox News bahwa dia merasa FBI "melewatkan tindakan".

Dia menambahkan, “Tidak dapat memberi tahu Anda di mana mereka (FBI) berada. Saya bertanya apakah mereka melihatnya (penipuan), semua orang menjawab ya."

Baca juga: Kaki Joe Biden Retak, Ini Respons Donald Trump

Trump berspekulasi bahwa beberapa orang di FBI sedang bekerja melawannya.

“Saya tahu FBI dan sangat bagus pada level yang kita bicarakan,” katanya.

"Ini tak terbayangkan. Anda akan mengira ini adalah hal terbesar yang bisa mereka lihat. Mereka terus berjalan. Mereka sudah lama ada di sana. Beberapa telah melayani banyak presiden," ujar presiden AS ke-45 itu.

"Yang bisa saya katakan adalah tidak ada yang datang kepada saya dan mengatakan FBI telah menangkap...FBI sedang melihat kekuasaan."

Presiden memiliki hubungan yang sangat kontroversial dengan kepala FBI saat ini Christopher Wray, yang dia tunjuk untuk menggantikan James Comey pada Juni 2017.

Baca juga: Pilpres AS, Gugatan Trump Ditolak Lagi di Pennsylvania

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatkan Iran, AS Kirim 2 Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah

Peringatkan Iran, AS Kirim 2 Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah

Global
Alat Kelaminnya Bengkak Saat Dibesarkan lewat Operasi, Seorang Koki Bunuh Diri

Alat Kelaminnya Bengkak Saat Dibesarkan lewat Operasi, Seorang Koki Bunuh Diri

Global
Meghan Sebut Keluarga Kerajaan Inggris Coba Membungkamnya

Meghan Sebut Keluarga Kerajaan Inggris Coba Membungkamnya

Global
Curhat Pangeran Harry Merasa Disakiti Pangeran Charles, Begini Ceritanya...

Curhat Pangeran Harry Merasa Disakiti Pangeran Charles, Begini Ceritanya...

Global
Meghan Markle Menikah Diam-diam 3 Hari Sebelum Upacara Resmi

Meghan Markle Menikah Diam-diam 3 Hari Sebelum Upacara Resmi

Global
Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Global
Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Global
Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Global
Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Semua Menterinya Mundur

Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Semua Menterinya Mundur

Global
Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Global
Gelar Misa Terakhir di Irak Sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Gelar Misa Terakhir di Irak Sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Global
Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Global
4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Global
Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Global
Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Global
komentar
Close Ads X