Kompas.com - 30/11/2020, 11:46 WIB

MAIDGURI, KOMPAS.com - Tersangka anggota kelompok militan Boko Haram telah menewaskan setidaknya 40 petani dan nelayan di Nigeria, Sabtu (28/11/2020).

Para petani itu diserang dan dibunuh ketika sedang memanen hasil tanaman mereka di bagian utara negara bagian Borno, lapor pejabat setempat dikutip Associated Press (AP).

Angka kematian akibat serangan itu, diperkirakan berjumlah sekitar 60 orang.

Serangan yang terjadi pada Sabtu di Garin Kwashebe bersamaan dengan agenda warga memberikan hak pilih mereka pertama kalinya dalam 13 tahun untuk memilih dewan lokal, meskipun banyak yang tidak ikut memberikan suara mereka.

Para petani dilaporkan ditangkap dan dibunuh oleh kelompok militan bersenjata itu sebagai pembalasan karena menolak membayar pada militan yang memeras mereka.

Seorang pemimpin asosiasi petani, Malam Zabaramari mengonfirmasi pembantaian itu kepada AP, mengatakan setidaknya 40 sampai 60 orang terbunuh.

Baca juga: Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari menyatakan kedukaannya atas pembantaian tersebut. Dia mengutuk peristiwa itu dan menyatakan bahwa itu adalah serangan teroris.

"Seluruh negeri terluka oleh pembunuhan yang tidak masuk akal ini," ungkap Buhari.

Buhari mengatakan pemerintahannya telah memberikan angkatan bersenjata semua yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang dianggap perlu dalam melindungi populasi dan teritorial negaranya.

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Nigeria, Ahmed Satomi yang mewakili daerah pemilihan Federal Jere di Borno mengatakan sedikitnya 44 penguburan telah berlangsung hari Minggu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungkap Misteri Hilangnya 10 Hari dalam Kalender Bulan Oktober Tahun 1852

Mengungkap Misteri Hilangnya 10 Hari dalam Kalender Bulan Oktober Tahun 1852

Global
Protes China Dibungkam Kekerasan, PM Kanada: China Harus Tahu Kami Mengawasi dari Sini

Protes China Dibungkam Kekerasan, PM Kanada: China Harus Tahu Kami Mengawasi dari Sini

Global
Tiga Penumpang Gelap Bertahan 11 Hari di Daun Kemudi Kapal Tanker dari Nigeria ke Spanyol

Tiga Penumpang Gelap Bertahan 11 Hari di Daun Kemudi Kapal Tanker dari Nigeria ke Spanyol

Global
Ukraina Terkini: Rusia Terus Menggempur, NATO Janjikan Lebih Banyak Bantuan Senjata

Ukraina Terkini: Rusia Terus Menggempur, NATO Janjikan Lebih Banyak Bantuan Senjata

Global
Perkembangan Kasus Tuduhan Pemerkosaan Donald Trump

Perkembangan Kasus Tuduhan Pemerkosaan Donald Trump

Global
Mantan Kepala Keamanan Twitter: Elon Musk Seenaknya Sendiri, Twitter Mulai Menyimpang

Mantan Kepala Keamanan Twitter: Elon Musk Seenaknya Sendiri, Twitter Mulai Menyimpang

Global
Dua Gunung Berapi Meletus di Hawaii, Pertama Kali dalam 40 Tahun

Dua Gunung Berapi Meletus di Hawaii, Pertama Kali dalam 40 Tahun

Global
Nekat Terobos Lapangan saat Pertandingan, Pria Ini Dilarang Nonton Piala Dunia Qatar Lagi

Nekat Terobos Lapangan saat Pertandingan, Pria Ini Dilarang Nonton Piala Dunia Qatar Lagi

Global
Stoltenberg: Ukraina Suatu Hari Nanti Akan Gabung NATO

Stoltenberg: Ukraina Suatu Hari Nanti Akan Gabung NATO

Global
Lama Menghilang, Jack Ma Disebut Tinggal di Jepang

Lama Menghilang, Jack Ma Disebut Tinggal di Jepang

Global
Persaingan Antariksa di Pasifik dan Pilihan Indonesia

Persaingan Antariksa di Pasifik dan Pilihan Indonesia

Global
Lepas dari Pasar Ternak, Sapi Serang Warga hingga Tewas

Lepas dari Pasar Ternak, Sapi Serang Warga hingga Tewas

Global
Singapura Resmi Cabut Larangan Seks Gay, tapi Batasi Kemungkinan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Singapura Resmi Cabut Larangan Seks Gay, tapi Batasi Kemungkinan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Global
Qatar Sebut 400-500 Pekerja Migran Tewas dalam Proyek Piala Dunia

Qatar Sebut 400-500 Pekerja Migran Tewas dalam Proyek Piala Dunia

Global
China Buru Orang-orang yang Ikut Protes Pembatasan Covid-19

China Buru Orang-orang yang Ikut Protes Pembatasan Covid-19

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.