Pembantaian Petani oleh Militan Boko Haram, Sekitar 40 Orang Tewas

Kompas.com - 30/11/2020, 11:46 WIB
Orang-orang menghadiri pemakaman para petani yang dibantai oleh tersangka militan Boko Haram di Zaabarmar, Nigeria, Minggu, 29 November 2020. 
Para pejabat Nigeria mengatakan tersangka anggota kelompok militan Boko Haram telah membunuh sedikitnya 40 petani padi dan nelayan saat mereka memanen padi di Negara Bagian Borno utara. Serangan itu dilakukan pada hari Sabtu di sawah di Garin Kwashebe, sebuah komunitas Borno yang terkenal dengan pertanian padi. AP/Jossy OlaOrang-orang menghadiri pemakaman para petani yang dibantai oleh tersangka militan Boko Haram di Zaabarmar, Nigeria, Minggu, 29 November 2020. Para pejabat Nigeria mengatakan tersangka anggota kelompok militan Boko Haram telah membunuh sedikitnya 40 petani padi dan nelayan saat mereka memanen padi di Negara Bagian Borno utara. Serangan itu dilakukan pada hari Sabtu di sawah di Garin Kwashebe, sebuah komunitas Borno yang terkenal dengan pertanian padi.

MAIDGURI, KOMPAS.com - Tersangka anggota kelompok militan Boko Haram telah menewaskan setidaknya 40 petani dan nelayan di Nigeria, Sabtu (28/11/2020).

Para petani itu diserang dan dibunuh ketika sedang memanen hasil tanaman mereka di bagian utara negara bagian Borno, lapor pejabat setempat dikutip Associated Press (AP).

Angka kematian akibat serangan itu, diperkirakan berjumlah sekitar 60 orang.

Serangan yang terjadi pada Sabtu di Garin Kwashebe bersamaan dengan agenda warga memberikan hak pilih mereka pertama kalinya dalam 13 tahun untuk memilih dewan lokal, meskipun banyak yang tidak ikut memberikan suara mereka.

Para petani dilaporkan ditangkap dan dibunuh oleh kelompok militan bersenjata itu sebagai pembalasan karena menolak membayar pada militan yang memeras mereka.

Seorang pemimpin asosiasi petani, Malam Zabaramari mengonfirmasi pembantaian itu kepada AP, mengatakan setidaknya 40 sampai 60 orang terbunuh.

Baca juga: Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari menyatakan kedukaannya atas pembantaian tersebut. Dia mengutuk peristiwa itu dan menyatakan bahwa itu adalah serangan teroris.

"Seluruh negeri terluka oleh pembunuhan yang tidak masuk akal ini," ungkap Buhari.

Buhari mengatakan pemerintahannya telah memberikan angkatan bersenjata semua yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang dianggap perlu dalam melindungi populasi dan teritorial negaranya.

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Nigeria, Ahmed Satomi yang mewakili daerah pemilihan Federal Jere di Borno mengatakan sedikitnya 44 penguburan telah berlangsung hari Minggu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X