Tuntut Pencarian Tentara yang Hilang, Ribuan Orang Berdemo di Armenia

Kompas.com - 30/11/2020, 10:51 WIB
Dalam foto bertanggal 11 Oktober 2020 ini, tim penyelamat mengangkat korban luka ke ambulans setelah serangan dari artileri Armenia di kota Ganja, Azerbaijan. Perang dua negara di Nagorno-Karabakh selama dua pekan terakhir kini sudah menewaskan 600 orang. AP PHOTO/Aziz KarimovDalam foto bertanggal 11 Oktober 2020 ini, tim penyelamat mengangkat korban luka ke ambulans setelah serangan dari artileri Armenia di kota Ganja, Azerbaijan. Perang dua negara di Nagorno-Karabakh selama dua pekan terakhir kini sudah menewaskan 600 orang.

YEREVAN, KOMPAS.com - Ribuan orang turun ke jalanan ibu kota Armenia, Yerevan, pada Minggu (29/11/2020) untuk menuntut pihak berwenang bertindak menemukan tentara yang hilang, dalam perang lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Para pedemo termasuk beberapa selebritas lokal, berjalan menuju Yerevan sambil memegang foto tentara yang hilang dan poster bertuliskan, "Bantu kembalikan orang-orang kami."

Pada awal demo, para demonstran membacakan surat yang ditujukan ke duta besar Rusia di Yerevan, yang memintanya untuk turun tangan dan menyampaikan permintaan mereka ke Moskwa.

Baca juga: 4 Warga Sipil Azerbaijan Terbunuh Terkena Ranjau Darat Armenia

Perang Azerbaijan-Armenia yang berlangsung selama 6 minggu itu dihentikan oleh kesepakatan damai yang ditengahi Rusia, dan ditandatangani kedua belah pihak yang bersengketa pada 9 November.

Dalam dokumen tersebut, disepakati Azerbaijan merebut kembali sebagian besar wilayah yang selama 30 tahun dikuasai separatis Armenia. Perjanjian itu juga mengatur pertukaran tahanan dan jenazah.

Dari pantauan jurnalis AFP di lokasi, ada perkumpulan kecil sekitar 30 orang pada Sabtu (28/11/2020) di kota utama Karabakh, Stepanakert.

Baca juga: Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Para pengunjuk rasa memblokir sebentar jalan utama di kota, sampai perwakilan mereka diterima oleh Arayik Harutyunyan presiden republik yang mengklaim merdeka itu.

"Kami menyerukan tindakan segera untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi pihak berwenang mengatakan bahwa itu bukan tergantung pada mereka, tapi tergantung pada orang Azerbaijan," ucap Arsen Ghukasyan (47) setelah pertemuan.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikabarkan Sudah Dimakamkan karena Covid-19, Seorang Nenek Pulang Lagi Sembilan Hari Kemudian

Dikabarkan Sudah Dimakamkan karena Covid-19, Seorang Nenek Pulang Lagi Sembilan Hari Kemudian

Global
Lagi, Tentara China dan India Terlibat Bentrokan di 'Perbatasan Baru'

Lagi, Tentara China dan India Terlibat Bentrokan di 'Perbatasan Baru'

Global
AS Kirim Kapal Induknya ke Laut China Selatan, Ini Tanggapan Beijing

AS Kirim Kapal Induknya ke Laut China Selatan, Ini Tanggapan Beijing

Global
Israel Ekstradisi Wanita 'Penjahat Seksual' terhadap Anak ke Australia

Israel Ekstradisi Wanita 'Penjahat Seksual' terhadap Anak ke Australia

Global
Remaja di Israel Sudah Bisa Divaksin Covid-19 asal Ada Izin Orangtua

Remaja di Israel Sudah Bisa Divaksin Covid-19 asal Ada Izin Orangtua

Global
Tak Pakai Masker dengan Benar, Peserta Ujian Masuk Universitas di Jepang Didiskualifikasi

Tak Pakai Masker dengan Benar, Peserta Ujian Masuk Universitas di Jepang Didiskualifikasi

Global
Seorang Anggota Parlemen Oklahoma Usulkan Musim Berburu 'Bigfoot'

Seorang Anggota Parlemen Oklahoma Usulkan Musim Berburu 'Bigfoot'

Global
Dijuluki Manusia Terkotor di Dunia, Amou Haji Tak Mandi Selama 67 Tahun

Dijuluki Manusia Terkotor di Dunia, Amou Haji Tak Mandi Selama 67 Tahun

Global
Siapakah Shurahbil bin Hasana, Sahabat Nabi yang Dirikan Masjid di Israel?

Siapakah Shurahbil bin Hasana, Sahabat Nabi yang Dirikan Masjid di Israel?

Global
Rebelo de Sousa Kembali Terpilih sebagai Presiden Portugal meski Kasus Covid-19 Melonjak

Rebelo de Sousa Kembali Terpilih sebagai Presiden Portugal meski Kasus Covid-19 Melonjak

Global
China Ganggu Taiwan Lagi, Kali Ini Beijing Kirim 12 Jet Tempur

China Ganggu Taiwan Lagi, Kali Ini Beijing Kirim 12 Jet Tempur

Global
Pemerintah Chile Minta Maaf Setelah Salah Umumkan Peringatan Tsunami

Pemerintah Chile Minta Maaf Setelah Salah Umumkan Peringatan Tsunami

Global
Dubes Korea Utara Membelot ke Korsel Sejak 2019, Baru Ketahuan Sekarang

Dubes Korea Utara Membelot ke Korsel Sejak 2019, Baru Ketahuan Sekarang

Global
Inspirasi Energi: Tahun Bersejarah, Listrik Energi Terbarukan di Uni Eropa Kalahkan Batubara

Inspirasi Energi: Tahun Bersejarah, Listrik Energi Terbarukan di Uni Eropa Kalahkan Batubara

Global
Selandia Baru Belum Aman dari Covid-19, Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk

Selandia Baru Belum Aman dari Covid-19, Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk

Global
komentar
Close Ads X