Akankah Era Film 'Blockbuster' Hollywood Berakhir di Pandemi Covid-19?

Kompas.com - 30/11/2020, 10:09 WIB
Wonder Woman 1984 akan dirilis lebih dulu di sejumlah bioskop luar AS, sebelum debutnya di AS dan di HBO Max pada 25 Desember 2020. WARNER BROS via BBC INDONESIAWonder Woman 1984 akan dirilis lebih dulu di sejumlah bioskop luar AS, sebelum debutnya di AS dan di HBO Max pada 25 Desember 2020.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Selama 2020, film yang diproduksi dengan anggaran miliaran dollar Amerika Serikat dan dibintangi aktor-aktris papan atas ditumbangkan pandemi Covid-19.

Kegagalan selama pandemi itu lebih nyata ketimbang kisah kekalahan di tangan penjahat paling hebat yang pernah tampil di layar lebar.

Sepanjang tahun ini, sebagian besar film blockbuster, atau yang diproduksi dengan ongkos lebih dari Rp 1,5 triliun, ditunda.

Baca juga: Identitas ‘Ratu Penipu Hollywood’ yang diselidiki FBI ‘Terbongkar’, Diduga WNI yang Tinggal di Inggris

Film James Bond, No Time To Die, ditunda dua kali. Film laga Mulan yang diproduksi Disney akhirnya dirilis di layanan streaming film.

Sementara itu, nasib film Top Gun: Maverick belum jelas.

Bahkan jadwal tayang film buatan Marvel, Black Widow, yang digadang-gadang akan menjadi pelengkap liburan musim panas, diundur tanpa batas waktu. Studio film itu menunggu segala sesuatu kembali ke kondisi normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Finn Halligan, kepala kritikus film di majalah Screen International, walau para pahlawan di layar lebar saat ini "tidak bisa menyelamatkan dunia", mereka masih bisa memberi kesempatan publik untuk menatap layar lebar.

"Kita seperti sedang menghadapi adu melotot," kata Halligan tentang perselisihan antara studio film dan bioskop. "Seseorang harus berkedip."

Tanda kecil pergerakan mata muncul saat baru-baru ini film Wonder Woman 1984 diberitakan akan dirilis secara bersamaan di jaringan bioskop AS dan secara online, pada hari Natal mendatang.

Baca juga: Wonder Woman 1984 Pastikan Dirilis di Bioskop Indonesia 16 Desember

Penundaan perilisan film beranggaran besar seperti No Time To Die berdampak besar pada keuangan banyak perusahaan bioskop.UNIVERSAL via BBC INDONESIA Penundaan perilisan film beranggaran besar seperti No Time To Die berdampak besar pada keuangan banyak perusahaan bioskop.
Film yang menampilkan aktris Gal Gadot sebagai pahlawan super di era 1980-an ini menghabiskan anggaran sebesar 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,8 triliun.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.