Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Kompas.com - 29/11/2020, 10:24 WIB
Ilustrasi Terorisme ShutterstockIlustrasi Terorisme

BORNO, KOMPAS.com – Sekelompok milisi dilaporkan menyerang lahan persawahan di negara bagian Borno di timur laut Nigeria.

Akibat serangan tersebut, sedikitnya 40 orang dikabarkan tewas sebagaimana dilansir dari Reuters.

Kabar tersebut diungkapkan oleh tiga orang sumber yang enggan dipublikasikan identitasnya kepada Reuters pada Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: Saat Makan Malam Para Pemimpin Milisi di Suriah Tewas Diserang Pesawat Tak Berawak AS

Serangan itu dikabarkan terjadi di Kwashebe Zamarmari di wilayah pemerintah daerah Jere dan terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat.

Para milisi melancarkan serangan ketika para petani sedang memanen padi mereka, menurut laporan seorang kepala desa, seorang sumber lokal, dan seorang sumber dari kepolisian.

Akibat serangan tersebut, pihak berwenang meluncurkan pencarian dan penyelidikan terhadap para penyerang.

Baca juga: Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki Kontak dengan Milisi di Suriah

Di sisi lain, pihak militer dan polisi tidak segera menanggapi permintaan komentar secara resmi.

Dua kelompok teroris, Boko Haram dan ISIS Cabang Afrika Barat, cukup aktif di wilayah timur laut Nigeria.

Akibatnya, wilayah tersebut mengalami keadaan darurat kemanusiaan yang memprihatinkan.

Baca juga: Presiden Suriah Assad Akui Ada Milisi Negaranya di Perang Armenia-Azerbaijan

Di tengah kabar mengenai serangan tersebut, harga bahan makanan di Nigeria juga telah meningkat secara signifikan pada 2020.

Kenaikan harga tersebut sebagian karena ketidakamanan di daerah penghasil pangan, menurut politikus.

Selain itu, wilayah barat laut Nigeria juga diterjang banjir pada awal tahun sehingga merusak ribuan hektare sawah.

Baca juga: Tokoh Terkemuka Afghanistan Sepakat Bebaskan 400 Milisi Taliban, Ada Apa?


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Global
Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Global
Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Global
Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Global
Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Global
PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

Global
Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Global
13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

Global
Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya 'Alien Hitam'

Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya "Alien Hitam"

Global
Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Global
Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Global
WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

Global
Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Global
Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Global
Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Global
komentar
Close Ads X