Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Kompas.com - 29/11/2020, 08:44 WIB
Ilustrasi hukuman cambuk di Aceh, sesuai dengan Qanun Aceh. KOMPAS.com/RAJA UMARIlustrasi hukuman cambuk di Aceh, sesuai dengan Qanun Aceh.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Seorang pria di Indonesia pingsan saat dicambuk hampir 150 kali pada Kamis (26/11/2020) karena memperkosa seorang anak di provinsi Aceh, Indonesia yang konservatif.

Pencambukan di depan umum adalah hukuman umum yang biasa dilakukan di Aceh dengan berlandaskan hukum Islam.

Pria berusia 19 tahun itu meringis dan berteriak ketika petugas syariah bertopeng mencambuk punggungnya dengan tongkat rotan di kota Idi.

Baca juga: Sudan Cabut Syariat Islam, Non-Muslim Boleh Minum Miras, Hukum Cambuk Ditiadakan

Dia memohon hukuman dihentikan dan dirawat sebentar oleh dokter sebelum akhirnya hukum cambuk dimulai lagi.

Pria itu ditangkap awal tahun ini atas tuduhan menganiaya dan memperkosa korbannya, yang umurnya tidak disebutkan.

Akibatnya, pria itu dijatuhi hukuman 146 cambukan, jumlah yang sangat tinggi untuk kejahatan paling serius.

Baca juga: Arab Saudi Hapus Hukuman Cambuk

"Hukuman maksimal supaya [pelaku] jera," kata Ivan Nanjjar Alavi, seorang pejabat kejaksaan Aceh Timur, dikutip AFP.

Berita tentang pencambukan pelaku pemerkosaan di Aceh ini tak hanya diwartakan media Perancis AFP namun juga diberitakan media luar negeri lainnya seperti New York Post, The Sun dan South China Morning Post.

Menurut media Amerika Serikat (AS) New York Post, kabar tentang dicambuknya pria asal Indonesia karena memperkosa seorang anak ini diberi judul dengan, "Seorang remaja pingsan setelah menerima hampir 150 cambukan karena memperkosa seorang anak."

Baca juga: Pengunjuk Rasa di Iran Tahun Lalu Dicambuk, Dilecehkan secara Seksual dan Disetrum

Adapun tabloid Inggris The Sun memberitakan dengan judul, "Minta Dikasihani, pemerkosa anak tumbang setelah dicambuk 146 kali dengan rotan dan meminta agar hukuman dihentikan selama proses di hadapan publik.

Sementara South China Morning Post (SCMP) dengan judul, "Seorang pria Indonesia yang perkosa anak pingsan saat dicambuk sekitar 150 kali di Aceh."

Baik AFP maupun SCMP sama-sama memberitakan bagaimana Aceh, sebuah provinsi di ujung barat Sumatera adalah satu-satunya wilayah di negara kepulauan Indonesia yang mayoritas Muslim memberlakukan hukum Islam di bawah kesepakatan otonomi dengan pemerintah pusat, sebuah kesepakatan yang mengakhiri pemberontakan separatis yang telah berlangsung lama.

Baca juga: Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Hukum cambuk di Aceh secara luas telah dikritik oleh kelompok hak asasi manusia, dan saat hukuman berlangsung, biasanya menarik ratusan penonton meski kini menyusut jumlahnya karena pandemi virus corona.

Media- media asing juga melaporkan bahwa provinsi Aceh mengizinkan pencambukan untuk berbagai tuduhan - termasuk perjudian, perzinaan, minum minuman beralkohol, dan melakukan hubungan seksual sesama jenis atau pra-nikah.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
komentar
Close Ads X