[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Wilhelmina, Wanita yang Membawa Belanda Lewati 2 Perang Dunia

Kompas.com - 28/11/2020, 16:00 WIB
Ratu Wilhelmina dan putrinya, Juliana, sekitar 1914. Via Five Minute HistoryRatu Wilhelmina dan putrinya, Juliana, sekitar 1914.

Melansir New World Encyclopedia, dalam banyak kesempatan dia muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya, ingin melihat kenyataan, bukan kondisi yang dibuat-buat.

Dia mencintai tentaranya, tetapi sangat tidak senang dengan sebagian besar pemerintahannya, yang menggunakan militer sebagai tameng untuk pemotongan anggaran yang tidak sesuai.

Wilhelmina menginginkan pasukan kecil, tapi terlatih dan lengkap. Namun, itu jauh dari kenyataan.

Baca juga: Disebut Teroris, Erdogan Gugat Politisi Sayap Kanan Belanda Geert Wilders

Akhir massa

Pada 4 September 1948, dilansir dari Five Minute History, Wilhelmina turun takhta, setelah memimpin selama 57 tahun dan 286 hari.

Menurut New World Encyclopedia, kepemimpinan Wilhelmina tercatat lebih lama dari raja Belanda lainnya dan membawa negaranya melewati krisis Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Kepemimpinananya telah memutus hubungan Belanda dengan Luksemburg, yang menerapkan undang-undang yang melarang kepemimpinan dari seorang wanita.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wilhelmina mengundurkan diri dan mewariskan mahkotanya kepada putrinya Juliana dan memilih berada di Istana Het Loo.

Saat itu, pengaruh kerajaan Belanda sudah mulai menurun, tapi negara tetap mencintai keluarga kerajaan.

Wihelmina tutup usia pada 28 November 1962 di Istana Het Loo.

Baca juga: Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Ia dimakamkan di ruang bawah tanah Keluarga Kerajaan Belanda di Nieuwe Kerk di Delft, pada 8 Desember. Pemakaman itu, atas permintaannya.

Ia juga meminta seluruh hal yang diberikan dalam pemakananya berwarna putih, yang mana untuk mengekspresikan yang ia yakini, bahwa kematian duniawi adalah awal dari kehidupan kekal.

Pada saat kematiannya, sebuah berita kematian New York Times meringkas apa yang orang-orang Belanda pikirkan tentang Ratu Wilhelmina mereka selama Perang Dunia II.
Meskipun perayaan ulang tahun Ratu dilarang oleh Jerman, namun tetap diperingati.

Ketika pengunjung gereja di kota nelayan kecil Huizen bangkit dan menyanyikan satu bait lagu kebangsaan Belanda, Wilhelmus van Nassauwe, pada hari ulang tahun Ratu, kota itu membayar denda sebesar 60.000 gulden atau lebih dari 500.000 dollar AS hari ini (Rp 7 miliar).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X