4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Kompas.com - 27/11/2020, 14:59 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

BEIJING, KOMPAS.com - Enam orang termasuk 4 dokter dihukum penjara di China karena mengambil organ secara ilegal dari korban kecelakaan.

Melansir dari South China Morning Post (SCMP) pada Jumat (27/11/2020), menyebutkan bahwa 3 dari 4 dokter tersebut adalah petugas pengadaan organ di rumah sakit masing-masing.

Pengadilan Menengah Rakyat di Bengpu, sebuah kota di provinsi Anhui, menyebutkan kelompok tersebut telah mengambil organ secara ilegal dari 11 pasien, antara 2017 dan 2018.

Atas perbuatan itu, pengadilan memutuskan hukuman penjara kepada kelompok tersebut antara 10 dan 28 bulan.

Baca juga: Larang Batubara Australia, China Beli dari Indonesia

Menurut laporan lokal yang dikutip dari BBC pada Jumat (27/11/2020), kelompok pengambil organ itu telah menipu keluarga pasien meninggal dengan meyakinkan mereka bahwa sumbangan organ itu bersifat resmi.

Di China dilaporkan memang berada dalam situasi kekurangan organ yang sangat besar dan telah berjuang untuk memenuhi permintaan melalui sumbangan publik.

Media lokal mengatakan, kelompok perdagangan organ ilegal itu menargetkan korban kecelakaan mobil atau pasien yang menderita pendarahan otak di Rumah Sakit Rakyat Huaiyuan County di Anhui, dengan menegincari hati dan ginjal mereka.

Kepala unit perawatan intensif rumah sakit, Yang Suxun, akan mendekati anggota keluarga pasien dan menanyakan apakah mereka setuju untuk menyumbangkan organ dari orang yang mereka cintai.

Baca juga: Korea Selatan dan China Saling Berjanji untuk Berkerjasama Tangani Berbagai Masalah

Anggota keluarga akan menandatangani apa yang ternyata adalah formulir persetujuan palsu.

Pasien meninggal itu kemudian akan dibawa keluar dari rumah sakit di tengah malam, dan dimasukkan ke dalam mobil van yang dibuat agar terlihat seperti ambulans, di mana dokter akan mengeluarkan organnya.

Halaman:

Sumber BBC,SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Global
[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

Global
AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

Global
Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Global
12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

Global
 Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Global
Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Global
komentar
Close Ads X