Presiden Meksiko Belum Beri Selamat ke Biden, Ini Alasannya

Kompas.com - 26/11/2020, 23:26 WIB
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador hadir dalam konferensi pers di Istana Nasional Mexico City, pada 18 Februari 2020. REUTERS PHOTO/Henry RomeroPresiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador hadir dalam konferensi pers di Istana Nasional Mexico City, pada 18 Februari 2020.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan, dia takkan memberi selamat kepada Joe Biden sebelum hasil resmi Pilpres AS diumumkan.

Dia merujuk kepada klaim petahana Donald Trump bahwa dia kalah dari mantan Senator Delaware karena Pemilu AS sudah dicurangi.

Klaim itu mengingatkan Lopez Obrador pada pengalamannya, di mana dia gagal dalam pemilu 2006 dan 2012 yang menurutnya diwarnai kecurangan.

Baca juga: Biden Berseru untuk Serius Perang Lawan Covid-19, Bukan Satu Sama Lain

Berdasarkan proyeksi dari media AS, Biden menang atas Trump dengan menggamit 306 suara elektoral, melebihi target 270 yang disyaratkan.

Sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden China Xi Jinping maupun Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sudah memberikan selamat.

Dalam konferensi pers Rabu (25/11/2020), Lopez Obrador menuturkan jika dia memberikan selamat sebelum hasil akhir Pilpres AS diumumkan, dia salah.

"Jadi apa yang terbaik? Menurut kami yang terbaik adalah menunggu," jelas Presiden Meksiko sejak 2018 itu seperti dikutip Reuters.

Pada 2006 silam, Lopez Obrador menyatakan dia kalah dari Felipe Calderon di pemilu Meksiko karena adanya penyimpangan suara.

Lopez Obrador mengaku unggul hingga tabulasi suara diselesaikan, di mana Felipe Calderon secara tiba-tiba menyalipnya dan menang.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Perayaan Ultah Joe Biden Tidak Pakai Masker, Faktanya Peristiwa 2019

Meski meminta adanya penghitungan ulang serta menyebut terjadi kecurangan dalam pemilihan "Negeri Sombrero", Calderon pun dinyatakan sebagai pemenang.

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Global
Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Global
Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Global
AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

Global
Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Global
Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Global
10 'Kejahatan' yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

10 "Kejahatan" yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Global
Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Global
Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Global
Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Global
Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut 'Pasien Nol Covid-19'

Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut "Pasien Nol Covid-19"

Global
 Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Global
Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Global
FBI Cek Personel Garda Nasional, Cegah Adanya Pembangkang Saat Pelantikan Biden

FBI Cek Personel Garda Nasional, Cegah Adanya Pembangkang Saat Pelantikan Biden

Global
komentar
Close Ads X