PM Etiopia Perintahkan Serangan Terakhir untuk Menggempur Ibu Kota Tigray

Kompas.com - 26/11/2020, 14:57 WIB
Sebuah tank rusak teronggok di tepi jalan saat truk Pasukan Khusus Amhara melintas di Humera, Etiopia, pada 22 November 2020. Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed mengumumkan operasi militer pada 4 November untuk menyerang Tigray, yang dituding dalang penyerangan dua kamp militer. Ratusan orang tewas dalam perang selama hampir tiga pekan. Meski Abiy Ahmed menjanjikan detil, jaringan telepon hingga internet diputus di Tigray, dengan jurnalis juga dilarang untuk memberitakan serangan itu. AFP PHOTO/EDUARDO SOTERASSebuah tank rusak teronggok di tepi jalan saat truk Pasukan Khusus Amhara melintas di Humera, Etiopia, pada 22 November 2020. Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed mengumumkan operasi militer pada 4 November untuk menyerang Tigray, yang dituding dalang penyerangan dua kamp militer. Ratusan orang tewas dalam perang selama hampir tiga pekan. Meski Abiy Ahmed menjanjikan detil, jaringan telepon hingga internet diputus di Tigray, dengan jurnalis juga dilarang untuk memberitakan serangan itu.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Etiopia, Abiy Ahmed, memerintahkan serangan terakhir untuk menggempur Mekele, ibu kota Tigray.

Penerima Nobel Perdamaian 2019 itu menyatakan, pintu penyerahan diri yang diberikan kepada lawannya sudah tertutup.

Baca juga: Konflik Etiopia: PM Abiy Ultimatum Pasukan Tigray Menyerah dalam 72 Jam

"Pasukan Pertahanan Nasional Etiopia akan dikerahkan untuk melaksanakan serangan tahap ketiga atau terakhir," kata Ahmed di Twitter.

Ahmed menuturkan, dalam serangan terakhir itu, mereka tidak saja memberi fokus besar kepada penanganan warga sipil di Mekele.

Namun seperti dilansir AFP Kamis (26/11/2020), mereka juga memastikan ibu kota Tigray itu tidak mengalami banyak kerusakan.

Pada Minggu pekan lalu (22/11/2020), Ahmed sudah memberikan ultimatum kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) untuk menyerah dalam 72 jam ke depan.

Saat itu, PM Etiopia sejak April 2018 tersebut sudah menyatakan bahwa militer mengepung Mekele. Namun, ultimatum itu dibalas penolakan.

Militer sudah mengumumkan mereka akan mengerahkan tank guna membombardir Mekele, yang membuat aktivis HAM memeringatkan tindakan itu bakal melanggar aturan internasional.

Dalam kicauannya, Abiy Ahmed meminta kepada sekitar 500.000 penduduk Mekele guna mengungsi, atau menyerahkan pimpinan TPLF kepada mereka.

"Kami ingin meyakinkan Anda bahwa pasukan keamanan telah mempunyai strategi untuk membawa TPLF ke persidangan tanpa melukai warga sipil," janjinya.

Baca juga: Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X