Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Kompas.com - 25/11/2020, 09:12 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Singapura Halimah Yacob di Istana Kepresidenan Singapura, Selasa (24/11/2020) MINISTRY OF COMMUNICATION AND INFORMATION, SINGAPOREDuta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Singapura Halimah Yacob di Istana Kepresidenan Singapura, Selasa (24/11/2020)

SINGAPURA, KOMPAS.com – Duta Besar ( Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo resmi bertugas setelah menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Singapura Halimah Yacob.

Rangkaian acara penyerahan Surat Kepercayaan dilaksanakan di West Drawing Room, Istana Kepresidenan Singapura, Selasa (24/11/2020). Dubes Suryopratomo didampingi oleh istrinya, Noeri Widowati.

Adapun Presiden Jokowi telah melantik Suryopratomo 14 September lalu.

Baca juga: Virus Corona: Singapura Catatkan Nol Kasus Komunal 10 Hari Beruntun

Dubes yang akrab dipanggil Tommy itu menggantikan pendahulunya I Gede Ngurah Swajaya yang kembali ke tanah air untuk mengemban jabatan baru sebagai Direktur Jenderal Departemen Luar Negeri (Deplu) untuk Kawasan Amerika dan Eropa.

Dubes Tommy menyampaikan salam hangat dari Presiden Jokowi kepada Presiden Halimah yang sempat melakukan kunjungan kerja tiga hari ke Indonesia pada awal Februari lalu sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

Sosok pria berusia 59 tahun ini dikenal luas sebagai jurnalis senior terkemuka. Lulusan ilmu peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi Kompas dan Wakil Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia Group.

Baca juga: Kuartal III 2020, Ekonomi Singapura Minus 5,8 Persen

Dubes Tommy kemudian diberi kepercayaan sebagai pemimpin redaksi, direktur pemberitaan, hingga jabatan terakhir sebagai Direktur Utama Metro TV.

Dubes ke-21 Indonesia untuk Singapura ini juga aktif berperan sebagai anggota Satgas Penanganan Covid-19 di Indonesia.

Empat agenda besar yang diamanahkan kepada Dubes Tommy adalah perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura, meningkatkan kerjasama dalam bidang kesehatan dan ekonomi serta menjaga perdamaian di Kawasan Laut China Selatan.

Baca juga: Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Dubes Tommy adalah pejabat non-karier pertama yang menjabat Dubes Indonesia untuk Singapura dalam 20 tahun terakhir.

Dubes non-karier terakhir adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan yang bertugas dari tahun 1999 hingga 2000.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Global
Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Global
Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Global
Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Global
AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

Global
Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Global
Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Global
10 'Kejahatan' yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

10 "Kejahatan" yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Global
Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Global
Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Global
Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Global
Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut 'Pasien Nol Covid-19'

Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut "Pasien Nol Covid-19"

Global
 Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Global
komentar
Close Ads X