Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Kompas.com - 25/11/2020, 08:14 WIB
Foto tak bertanggal yang dirilis Ethiopian News Agency pada 16 November 2020, menunjukkan militer Etiopia duduk di atas kendaraan lapis baja dengan bendera nasional mereka, dekat perbatasan dengan Tigray dan Amhara. ETHIOPIAN NEWS AGENCY via APFoto tak bertanggal yang dirilis Ethiopian News Agency pada 16 November 2020, menunjukkan militer Etiopia duduk di atas kendaraan lapis baja dengan bendera nasional mereka, dekat perbatasan dengan Tigray dan Amhara.

KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB membatalkan pertemuan pertamanya yang membahas konflik di wilayah Tigray, Etiopia, yang sedianya digelar pada Selasa (24/11/2020).

Kabar itu disampaikan oleh seorang sumber diplomatik sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa.

Afrika Selatan, Niger, Tunisia dan Saint Vincent dan Grenadines menarik permintaan mereka untuk diskusi tertutup karena utusan belum melakukan perjalanan ke Etiopia, kata seorang diplomat Afrika.

"Perlu diberikan lebih banyak waktu untuk upaya regional yang sedang dilakukan dalam hal ini," kata sumber tersebut kepada AFP.

Baca juga: Bahas Perang Pemerintah Etiopia dan Tigray, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan

Sebelumnya, pada Jumat (20/11/2020), Uni Afrika mengumumkan bahwa tiga mantan presiden dari Benua “Hitam” telah ditunjuk sebagai utusan khusus untuk Etiopia.

Ketiganya ditugaskan untuk membantu upaya mediasi antara pihak-pihak yang bertikai dalam konflik di Etiopia.

Pasukan yang setia kepada partai berkuasa di wilayah Tigray telah berperang dengan tentara Etiopia selama hampir tiga pekan.

Konflik tersebut memicu eksodus pengungsi, kematian warga sipil, dan ketakutan akan ketidakstabilan yang lebih luas di wilayah Tanduk Afrika tersebut.

Baca juga: Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed telah memerintahkan para pemimpin wilayah Tigray untuk menyerah menjelang ultimatum akan adanya serangan habis-habisan yang menargetkan ibu kota Tigray, Mekele.

Abiy telah melancarkan kampanye militer melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray ( TPLF) pada 4 November.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
komentar
Close Ads X