Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Kompas.com - 24/11/2020, 19:40 WIB
Seorang gadis kecil memegang buah kelapa sawit yang dikumpulkan dari sebuah perkebunan di Sumatera, Indonesia, 13 November 2017. Investigasi Associated Press menemukan banyak pekerja kelapa sawit di Indonesia dan negara tetangga Malaysia mengalami eksploitasi, termasuk pekerja anak. AP/Binsar BakkaraSeorang gadis kecil memegang buah kelapa sawit yang dikumpulkan dari sebuah perkebunan di Sumatera, Indonesia, 13 November 2017. Investigasi Associated Press menemukan banyak pekerja kelapa sawit di Indonesia dan negara tetangga Malaysia mengalami eksploitasi, termasuk pekerja anak.

KOMPAS.com - Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit memberikan tanggapan mereka terkait pemberitaan kasus pemerkosaan di perkebunan sawit yang diwartakan Associated Press (AP).

Tanggapan itu diterbitkan melalui rilis media dan diterima Kompas.com pada Selasa (24/11/2020). 

Sebelumnya, Kompas.com mewartakan bahwa AP pada Kamis (19/11/2020) melaporkan investigasi mereka tentang kejam dan buruknya kehidupan para pekerja perempuan di lahan sawit Indonesia dan Malaysia.

AP melakukan investigasi komprehensif pertama yang berfokus pada perlakuan brutal terhadap perempuan dalam produksi minyak sawit.

Baca juga: Investigasi Media AS di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia: Pemerkosaan dan Pelecehan Lain Marak Menimpa Pekerja Wanita

Perlakuan brutal itu termasuk pelecehan, kekerasan seksual, pelecehan verbal, ancaman dan pemerkosaan. 

Selain kekerasan terhadap perempuan, AP juga sebelumnya melaporkan adanya temuan perdagangan manusia, pekerja anak dan perbudakan dalam investigasi AS.

Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit pun memberikan tanggapan atas investigasi AP tersebut.

Pertama-tama, sekretariat CPOPC menyampaikan keprihatinan mereka terhadap dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang diberitakan kantor berita AP.

Dugaan kekerasan dan pelecehan itu dianggap sebagai suatu hal yang sangat mendesak. Pihak CPOPC berusaha mengapresiasi usaha investigasi jurnalistik yang dilakukan AP namun juga mempertanyakan laporan tebang pilih media tersebut.

Baca juga: AS Akan Blokir Minyak Sawit dari Produsen Besar Malaysia

Menurut CPOPC, informasi yang digali dari sumber yang tidak terkonfirmasi dan digunakan secara sengaja sebagai upaya merusak citra industri minyak kelapa sawit.

Halaman:

Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X