Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Kompas.com - 24/11/2020, 17:27 WIB
Seniman mural Palestina membuat pesan melawan virus corona di Rafah, Selatan Jalur Gaza, 29 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut. AFP/MOHAMMED ABEDSeniman mural Palestina membuat pesan melawan virus corona di Rafah, Selatan Jalur Gaza, 29 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Palestina pada Senin (23/11/2020) mulai memulihkan hubungan sipil dan keamanan dengan Israel.

Hal itu menyusul penangguhan selama enam bulan perjanjian bilateral yang ditandatangani antara kedua belah pihak.

Para karyawan Otoritas Umum untuk Urusan Sipil, kantor penghubung Palestina yang mengoordinasikan hubungan sipil antara Otoritas Palestina dengan Israel termasuk pencatatan kelahiran baru serta penerbitan paspor dan izin kerja, telah kembali bekerja di kantor dan cabangnya di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Buka Pariwisata di Yerusalem, Palestina Tercabik-cabik

Perlu dicatat bahwa selama enam bulan terakhir, ketika Otoritas Palestina memutuskan hubungannya dengan Israel, warga Palestina biasanya pergi ke kantor administrasi sipil Israel di Tepi Barat untuk mengurus dokumen dan izin kerja mereka.

Pekan lalu, Otoritas Palestina memutuskan untuk memulihkan hubungan dengan Israel.

Otoritas Palestina dan pejabat pemerintah Israel mengadakan pertemuan bilateral pertama mereka pada 19 November di Ramallah dan membahas langkah-langkah praktis untuk melanjutkan kembali koordinasi sipil dan keamanan.

Baca juga: Pembuat Roti di Palestina Ini Pelihara 2 Ekor Anak Singa di Atap Rumah

Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye mengatakan pada rapat kabinet yang diadakan secara daring pada Senin pagi waktu setempat bahwa pemerintah Palestina akan menerima bagian dari iuran pendapatan pajak dari Israel.

Pada 19 Mei, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa pihak Palestina memutuskan untuk menangguhkan perjanjian bilateral yang ditandatangani dengan Israel.

Baca juga: Kunjungan Pompeo ke Israel akan jadi Preseden Berbahaya untuk Palestina

Penangguhan tersebut termasuk koordinasi keamanan, dan menolak untuk menerima iuran pendapatan pajak.

Menurut perjanjian bilateral antara kedua belah pihak, Israel memungut pajak dari perdagangan Palestina di titik-titik perlintasan komersial yang dikuasainya di Tepi Barat dan Gaza serta membayarkannya kembali kepada Otoritas Palestina.


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Rusia di Murmansk Arktik Sambut Matahari Terbit Pertama Tahun 2021

Orang Rusia di Murmansk Arktik Sambut Matahari Terbit Pertama Tahun 2021

Global
Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
komentar
Close Ads X