Bahas Perang Pemerintah Etiopia dan Tigray, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan

Kompas.com - 24/11/2020, 13:07 WIB
Foto tak bertanggal yang dirilis Ethiopian News Agency pada 16 November 2020, menunjukkan militer Etiopia duduk di atas kendaraan lapis baja dengan bendera nasional mereka, dekat perbatasan dengan Tigray dan Amhara. ETHIOPIAN NEWS AGENCY via APFoto tak bertanggal yang dirilis Ethiopian News Agency pada 16 November 2020, menunjukkan militer Etiopia duduk di atas kendaraan lapis baja dengan bendera nasional mereka, dekat perbatasan dengan Tigray dan Amhara.

NEW YORK, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB menyatakan, mereka akan menggelar pertemuan untuk membahas perang antara pasukan pemerintah Etiopia dan pimpinan Tigray.

Agenda virtual itu dilaporkan tidak akan dibuka untuk umum, dengan sumber internal mengaku tak tahu apakah akan ada pernyataan resmi setelah pertemuan.

Baca juga: Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Kabar itu muncul setelah Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed menyerukan kepada pemimpin Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) untuk menyerah dalam 72 jam.

Ancaman itu dilontarkan setelah militer mengeklaim sudah mengepung ibu kota Tigray, Mekele, dan berniat melancarkan serangan total.

Perang melawan TPLF dilancarkan pada 4 November, setelah organisasi itu dituding menyerang dua kamp militer pemerintah dan berniat merusak stabilitas.

Ratusan orang disebut tewas dalam konflik itu. Namun pemutusan internet yang dilakukan pemerintah membuat pihak luar kesulitan memverifikasinya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada pekan lalu menyerukan adanya pembukaan koridor demi menyalurkan bantuan kemanusiaan ke warga terdampak.

"Kami sangat khawatir dengan situasi di Etiopia," kata Guterres dalam konferensi pers di markas PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Dilansir AFP Selas (24/11/2020), Guterres memeringatkan akan adanya dampak kemanusiaan yang terjadi di negara tetangga, Sudan.

Guterres menuturkan, mereka sudah meminta kepada Addis Ababa untuk menyediakan jalur sehingga mereka bisa menyalurkan bantuan.

Berdasarkan keterangan dari organisasi PBB yang membantu pengungsi, sebanyak 40.000 orang mengungsi dari Tigray ke Sudan.

Baca juga: Konflik Etiopia, Sebuah Ringkasan untuk Anda


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X