Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Kompas.com - 24/11/2020, 11:06 WIB
Peluncuran roket China Long March 2D yang membawa satelit Gaofen-9 ke orbit Bumi pada 31 Mei 2020. (CCTV)Peluncuran roket China Long March 2D yang membawa satelit Gaofen-9 ke orbit Bumi pada 31 Mei 2020.

BEIJING, KOMPAS.com – China berhasil meluncurkan wahana ruang angkasa ke Bulan yang bermisi untuk mengambil sampel bebatuan di sana.

Wahana bernama Chang’e-5 tersebut dibawa oleh roket Long March-5 dan lepas landas dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan di China.

Roket yang membawa wahana tersebut diluncurkan pada Selasa (24/11/2020) pukul 4.30 waktu setempat sebagaimana dilansir dari Sky News.

Misi tersebut merupakan misi pertama China untuk mengambil sampel dari Bulan. Negara teakhir yang mengambil sampel dari Bulan adalah Uni Soviet pada dekade 1970-an.

Baca juga: Laksamana AS Dikabarkan Kunjungi Taiwan Diam-diam, Ini Respons China

Perjalanan ke bulan tersebut akan memakan waktu sekitar delapan hari. Chang-e sendiri merupakan nama Dewi Bulan dari mitologi China kuno.

Misi tersebut akan mengumpulkan materi dari Bulan untuk membantu para ilmuwan memahami lebih lanjut tentang asal usul pembentukan Bulan.

Misi itu juga akan menguji kemampuan China dalam mengambil sampel dari luar angkasa, sebelum Negeri “Panda” meluncurkan misi lain yang lebih kompleks.

Juru bicara misi Chang'e-5, Pei Zhaoyu, China memiliki dua tujuan dalam misi pengambilan sampel Bulan tersebut.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, China Bakal Ambil Bebatuan di Bulan


“Salah satunya adalah tujuan ilmiah. Kita bisa melakukan pengambilan sampel melalui penjelajahan dan pendaratan di bulan, tetapi lebih intuitif dan lebih langsung untuk mendapatkan sampel untuk penelitian ilmiah,” kata Pei.

Sedangkan tujuan kedua adalah tujuan rekayasa alias keteknikan mengenai teknologi yang tepat untuk mengambil sampel di Bulan.

“Melalui tugas pengambilan sampel dan pengembalian, kita bisa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang teknologi eksplorasi bulan yang relevan,” tambah Pei.

Jika misi tersebut berhasil, China akan menjadi negara ketiga di dunia yang berhasil mengambil sampil dari Bulan setelah didahului oleh Amerika Serikat ( AS) dan Uni Soviet.

Baca juga: China Resmi Izinkan Lansia di Atas 70 Tahun Bikin SIM, Ini Syaratnya...

Setelah memasuki orbit bulan, pesawat ruang angkasa itu dimaksudkan untuk menerjunkan sepasang wahana ke permukaan bulan: pendarat dan pemanjat.

Rencananya, wahana pendarat akan mengebor permukaan bulan, dengan lengan robotik yang menyekop tanah dan bebatuan.

Material yang sudah diambil akan dipindahkan ke wahana pemanjat. Setelah itu, wahana pemanjat akan membawa material ini dari permukaan bulan ke modul yang mengorbit bulan.

Setelah sampai di modul yang mengorbit Bulan, sampel dari Bulan akan dipindahkan ke kapsul untuk dibawa lagi ke Bumi.

Baca juga: China Pertimbangkan Ikut Pakta Perdagangan Bebas yang Ditinggalkan Trump

Kapsul berisi sampel dari Bulan tersebut sedianya akan didaratkan di wilayah Inner Mongolia, China.

Kedua wahana tersebut akan berada di permukaan bulan selama sekitar dua hari, sementara seluruh misi dijadwalkan memakan waktu sekitar 23 hari.


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Global
Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Global
Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Global
Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Global
Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Global
Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Global
Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Global
Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan 'Berbagai Cara' untuk Hentikan Kudeta Militer

Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan "Berbagai Cara" untuk Hentikan Kudeta Militer

Global
Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Global
Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Global
Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Global
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kasus Flu 'Hilang' di AS

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kasus Flu "Hilang" di AS

Global
AS dan Uni Eropa Tegaskan Crimea Milik Ukraina

AS dan Uni Eropa Tegaskan Crimea Milik Ukraina

Global
Suriah Kutuk Keras Serangan AS sebagai Tindakan Pengecut

Suriah Kutuk Keras Serangan AS sebagai Tindakan Pengecut

Global
[POPULER GLOBAL] Siarkan Tidur 5 Jam Seorang Gadis dapat Rp 42,7 Juta | Serangan Pertama Militer AS ke Suriah

[POPULER GLOBAL] Siarkan Tidur 5 Jam Seorang Gadis dapat Rp 42,7 Juta | Serangan Pertama Militer AS ke Suriah

Global
komentar
Close Ads X