Kompas.com - 23/11/2020, 21:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat foto bersama dengan pemimpin lainnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). ANTARA FOTO/Reuters/KEVIN LAMARQUEPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat foto bersama dengan pemimpin lainnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019).

RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi membantah Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) terlibat pembicaraan rahasia dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Penegasan itu diberikan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan, dalam kicauannya di Twitter seperti dikutip AFP Senin (23/11/2020).

Dia menuturkan sudah membaca sejumlah pemberitaan mengenai agenda rahasia antara MBS, Netanyahu, dengan Menlu AS Mike Pompeo.

Baca juga: PM Israel Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Putra Mahkota Saudi dan Menlu AS

"Tidak ada pertemuan rahasia seperti yang digembar-gemborkan. Yang ada hanyalah pertemuan antara pejabat AS dan Arab Saudi," tegas Pangeran Faisal.

Sebelumnya, lembaga penyiaran Israel Kan dan media lain, termasuk situs berita asal AS Axios, memberitakan bahwa pertemuan rahasia itu terjadi Minggu (22/11/2020).

Pertemuan itu terjadi beberapa pekan setelah negara Yahudi itu mengunci kesepakatan bersejarah dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesepakatan itu, dikenal sebagai Perjanjian Abraham, dimediasi oleh Presiden Donald Trump yang bakal lengser kurang dari dua bulan lagi.

Berdasarkan keterangan dari sumber internal Israel,pembicaraan antara PM Israel, Putra Mahkota Saudi, dan Pompeo terjadi di kota Neom.

Mengutip sumber internal Tel Aviv, PM Israel yang akrab disapa Bibi itu datang dengan kepala dinas rahasia Mossad, Yossi Cohen.

Baca juga: Per 1 Desember Israel dan Bahrain bisa Ajukan Permohonan Visa Kunjungan secara Online

Dikutip AFP Senin (23/11/2020), Netanyahu dan Cohen dilaporkan berangkat menumpang pesawat milik seorang pengusaha bernama Udi Angel.

Merujuk ke situs pelacak penerbangan, Ravid mengulas pesawat Angel meninggalkan Israel pukul 20.00, melintasi Laut Merah ke Neom dan kembali lima jam kemudian.

Laporan itu jelas menimbulkan perbincangan, karena dianggap menjadi babak baru dalam upaya normalisasi Tel Aviv dengan negara Arab.

Riyadh sendiri sudah menegaskan mereka tidak akan menormalisasi hingga Tel Aviv menyelesaikan sengketa mereka dengan Palestina.

Pakar Israel sudah menyoroti bagaimana kelanjutan Perjanjian Abraham setelah Trump lengser dan digantikan oleh Joe Biden.

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu dan Joe Biden Siapkan Janji Temu Segera

Apalagi, Biden sempat mengancam dalam kampanyenya dia bakal menjadikan Saudi sebagai "negara pariah", buntut tudingan pelanggaran HAM yang dilakukan.

Selama Trump berkuasa, pemerintahannya sama sekali tak mengomentari isu itu, terutama soal pembunuhan atas jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.

Sejumlah analis mengatakan, Biden bisa menghadapi tekanan dari kaum kiri progresif Partai Demokrat jika memaksakan kesepakatan Israel dan Saudi, tanpa memedulikan isu HAM.

Dengan pemerintahan Trump yang sebentar lagi lengser pada 20 Januari, diyakini Washington bakal semakin gencar melobi agar perjanjian itu terealisasi.

Selama ini, baik Arab Saudi dan Israel menjalin hubungan diplomatik rahasia selama bertahun-tahun karena punya musuh yang sama, Iran.

Baca juga: Mulai Maret 2021, Etihad Akan Layani Penerbangan dari Abu Dhabi ke Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
INTERNASIONAL
Sejarah Negara Israel
Sejarah Negara Israel
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Kendarai Sepeda Listrik Sambil Juggling demi Pecahkan Rekor Dunia

Pria Ini Kendarai Sepeda Listrik Sambil Juggling demi Pecahkan Rekor Dunia

Global
Buku Ini Dikembalikan ke Perpustakaan Pasca-Dipinjam 110 Tahun, Berapa Dendanya?

Buku Ini Dikembalikan ke Perpustakaan Pasca-Dipinjam 110 Tahun, Berapa Dendanya?

Global
Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Internasional
30 November 2013: Paul Walker Meninggal Pasca-kecelakaan

30 November 2013: Paul Walker Meninggal Pasca-kecelakaan

Global
Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Global
Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Global
Presiden China Xi Jinping Janji Beri 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Presiden China Xi Jinping Janji Beri 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Global
Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Global
Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Global
UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Global
Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Global
Vaksin Sekarang Mungkin Kurang Efektif Lawan Omicron, tapi Masih Ampuh Cegah Varian Lainnya

Vaksin Sekarang Mungkin Kurang Efektif Lawan Omicron, tapi Masih Ampuh Cegah Varian Lainnya

Global
Maraknya SMS Penipuan di Australia Rugikan Warga Rp 870 Miliar, Pemerintah Bertindak

Maraknya SMS Penipuan di Australia Rugikan Warga Rp 870 Miliar, Pemerintah Bertindak

Global
POPULER GLOBAL: Gejala Varian Omicron dan Gambar 3D Pertamanya

POPULER GLOBAL: Gejala Varian Omicron dan Gambar 3D Pertamanya

Global
Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.