SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih, Tarik Tali Bra Siswi untuk Periksa Warnanya

Kompas.com - 23/11/2020, 11:07 WIB
Ilustrasi bra ShutterstockIlustrasi bra

SAGA, KOMPAS.com - Sebanyak 13 SMP di Jepang menuai kecaman, karena mengatur warna pakaian dalam muridnya bahkan ada yang menarik tali bra siswinya untuk mengecek warnanya.

Studi dari Asosiasi Bar Perfektur Saga baru-baru ini terhadap 22 SMP di kota Saga, menemukan bahwa 13 di antaranya mengatur warna pakaian dalam muridnya.

Alasan dari aturan itu adalah pakaian dalam anak-anak harus sederhana dan tidak menimbulkan kesan seksual.

Baca juga: Ukuran Bra Ternyata Bisa Berubah-Ubah, Sudah Tahu?

Mereka mewajibkan warna pakaian dalam putih, terutama bra putih, agar warnanya tidak tembus dari seragam.

Kemudian salah satu dari 13 SMP itu ternyata secara berkala memeriksa warna bra yang dikenakan para siswi.

Diberitakan SoraNews24 pada Selasa (17/11/2020), para siswi (berusia antara 12-15 tahun) tidak diharuskan melepas pakaian saat diperiksa, tapi tali bra mereka akan ditarik oleh guru untuk diperiksa warnanya.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Remaja Putri Mulai Pakai Bra?

Pemeriksaan itu dilakukan guru wanita, tetapi asosiasi pengacara tetap menganggap praktik tersebut tidak pantas.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Dilantik, Biden Akan Kembalikan AS ke WHO dan Akhiri 'Muslim Travel Ban'

Setelah Dilantik, Biden Akan Kembalikan AS ke WHO dan Akhiri "Muslim Travel Ban"

Global
Perempuan Berdaya: Pertama dan Satu-satunya Wanita yang Muncul di Uang Kertas AS, Tahukah Siapa?

Perempuan Berdaya: Pertama dan Satu-satunya Wanita yang Muncul di Uang Kertas AS, Tahukah Siapa?

Global
Peserta Ujian Masuk Universitas Langsung Didiskualifikasi karena Menolak Menggunakan Masker dengan Benar

Peserta Ujian Masuk Universitas Langsung Didiskualifikasi karena Menolak Menggunakan Masker dengan Benar

Global
Di Korea Utara, Menonton Drakor Bisa Dipenjara 15 Tahun

Di Korea Utara, Menonton Drakor Bisa Dipenjara 15 Tahun

Global
Film Dokumenter Ungkap Dokter di Wuhan Diminta Bohong soal Covid-19

Film Dokumenter Ungkap Dokter di Wuhan Diminta Bohong soal Covid-19

Global
Ikuti Gaya NATO, Iran Bakal Buat Pakta Pertahanan Bersama Sekutunya

Ikuti Gaya NATO, Iran Bakal Buat Pakta Pertahanan Bersama Sekutunya

Global
Ada Kasus Virus Corona, Ibu Kota China Lockdown Parsial

Ada Kasus Virus Corona, Ibu Kota China Lockdown Parsial

Global
Kenapa Grasi Donald Trump “Berbeda” dari Pemimpin Dunia Lainnya?

Kenapa Grasi Donald Trump “Berbeda” dari Pemimpin Dunia Lainnya?

Global
Salinan Lukisan Salvator Mundi Dicuri dan Ditemukan di Lemari Kamar

Salinan Lukisan Salvator Mundi Dicuri dan Ditemukan di Lemari Kamar

Global
Buktikan Dirinya Sehat, Putin Ceburkan Diri ke Air Bersuhu Minus 17 Derajat Celsius

Buktikan Dirinya Sehat, Putin Ceburkan Diri ke Air Bersuhu Minus 17 Derajat Celsius

Global
Fakta Donald Trump Presiden AS Pertama 'Tidak Memulai Perang Baru' dalam Dekade Terakhir

Fakta Donald Trump Presiden AS Pertama "Tidak Memulai Perang Baru" dalam Dekade Terakhir

Global
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Tidak Termasuk dalam Daftar Nama yang Diampuni Trump

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Tidak Termasuk dalam Daftar Nama yang Diampuni Trump

Global
Menlu AS: China Lakukan Genosida terhadap Etnik Uighur di Xinjiang

Menlu AS: China Lakukan Genosida terhadap Etnik Uighur di Xinjiang

Global
Warga Desa di India Bergembira Jelang Pelantikan Wapres AS Terpilih Kamala Harris

Warga Desa di India Bergembira Jelang Pelantikan Wapres AS Terpilih Kamala Harris

Global
Thailand Ancam Hukum Penyebar Berita Vaksin Palsu, Setelah Dikritik Soal Vaksin Covid-19

Thailand Ancam Hukum Penyebar Berita Vaksin Palsu, Setelah Dikritik Soal Vaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X