Korsel Dilanda Gelombang Ketiga Virus Corona, Seoul PSBB

Kompas.com - 23/11/2020, 07:17 WIB
Seorang pengunjung menunggu giliran untuk masuk ke bilik disinfektan di DX Korea 2020, Goyang, Korea Selatan, pada Rabu (18/11/2020). AP PHOTO/AHN YOUNG-JOONSeorang pengunjung menunggu giliran untuk masuk ke bilik disinfektan di DX Korea 2020, Goyang, Korea Selatan, pada Rabu (18/11/2020).

SEOUL, KOMPAS.com - Ibu kota Korea Selatan, Seoul, dan daerah sekitarnya akan menutup bar dan kelab malam, membatasi jemaah ibadah, serta membatasi layanan restoran, di saat "Negeri Ginseng" dilanda gelombang ketiga virus corona.

Aturan-aturan yang diumumkan pada Minggu (22/11/2020) itu mirip dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diterapkan di sejumlah kota/wilayah Indonesia.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 330 kasus Covid-19 harian baru pada Sabtu tengah malam, turun dari 386 pada Jumat (20/11/2020), tetapi adalah hari kelima beruntun penambahan lebih dari 300 kasus per hari.

Baca juga: Diimpor AS dari Korsel, Alat Tes Covid-19 Senilai Rp 134 Miliar Cacat dan Tak Terpakai

"Gelombang ketiga wabah Covid-19 semakin meningkat," kata Menteri Kesehatan Korsel Park Neung-hoo dikutip Kompas.com dari Reuters.

"Situasinya sangat serius dan gawat," imbuhnya.

Wabah virus corona nasional ini dipicu oleh klaster infeksi di daerah metropolitan Seoul, yang berpenghuni separuh dari 52 juta penduduk di Korsel.

Baca juga: Pembawa Berita dari Kecerdasan Buatan Sukses Lakoni Debut di TV Korsel

Mulai Selasa (24/11/2020) kedai-kedai kopi besar di Seoul akan diminta hanya melayani takeaway dan pesan-antar, sedangkan restoran tidak boleh melayani makan di tempat setelah pukul 21.00.

PSBB lainnya akan diberlakukan di tempat-tempat seperti gym, serta jemaah ibadah dan acara olahraga.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

Global
Junta Militer Myanmar Terkejut, Kudetanya Mendapat Banyak Tentangan

Junta Militer Myanmar Terkejut, Kudetanya Mendapat Banyak Tentangan

Global
Perdagangan Muntahan Paus Ilegal di Sejumlah Negara, Hati-hati Tersandung Hukum

Perdagangan Muntahan Paus Ilegal di Sejumlah Negara, Hati-hati Tersandung Hukum

Internasional
Ada Serangan Roket di Irak, Paus Fransiskus Minta Dirinya Didoakan

Ada Serangan Roket di Irak, Paus Fransiskus Minta Dirinya Didoakan

Internasional
7 Orang Ditikam hingga Luka Parah di Swedia Diduga sebagai Ancaman Teroris

7 Orang Ditikam hingga Luka Parah di Swedia Diduga sebagai Ancaman Teroris

Internasional
Karena Tato dan Warna Rambut, Influencer Saudi Ini Kehilangan Hak Asuh Anak

Karena Tato dan Warna Rambut, Influencer Saudi Ini Kehilangan Hak Asuh Anak

Internasional
Pemberontak Houthi Tembakkan Rudal ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Pemberontak Houthi Tembakkan Rudal ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Global
“Shuttle Diplomacy” Menlu Retno: Antara Isu Kudeta Militer dan Krisis Kemanusiaan Rohingya

“Shuttle Diplomacy” Menlu Retno: Antara Isu Kudeta Militer dan Krisis Kemanusiaan Rohingya

Global
10 Tahun Setelah Bencana PLTN Fukushima, Pengembangan Energi Nuklir di Jepang Terhenti

10 Tahun Setelah Bencana PLTN Fukushima, Pengembangan Energi Nuklir di Jepang Terhenti

Global
10 Tahun Setelah Bencana Fukushima, Bagaimana Nasib Energi Nuklir di Masa Depan?

10 Tahun Setelah Bencana Fukushima, Bagaimana Nasib Energi Nuklir di Masa Depan?

Global
Jembatan Ambruk di Malaysia Tewaskan 2 Wanita dalam Perjalanan ke Tempat Kerja

Jembatan Ambruk di Malaysia Tewaskan 2 Wanita dalam Perjalanan ke Tempat Kerja

Global
Ini Keistimewaan Muntahan Paus yang Membuatnya Dihargai Miliaran Rupiah

Ini Keistimewaan Muntahan Paus yang Membuatnya Dihargai Miliaran Rupiah

Global
Jembatan Ambruk di Malaysia, 5 Orang Terjebak di Reruntuhan

Jembatan Ambruk di Malaysia, 5 Orang Terjebak di Reruntuhan

Global
Warga Korea Utara Kelaparan karena Aturan Covid-19 yang Ketat

Warga Korea Utara Kelaparan karena Aturan Covid-19 yang Ketat

Global
Melahirkan di Usia 64 Tahun, Anak Kembar dari Wanita Ini Diambil Negara

Melahirkan di Usia 64 Tahun, Anak Kembar dari Wanita Ini Diambil Negara

Global
komentar
Close Ads X