Ratusan Peternak Denmark dengan Traktor Demo Tentang Pemusnahan Cerpelai

Kompas.com - 22/11/2020, 10:43 WIB
Cerpelai yang difoto di dalam kandang peternakannya di Brumunddal, Norwegia, pada 1 Mei 2019. AFP/JONATHAN NACKSTRANDCerpelai yang difoto di dalam kandang peternakannya di Brumunddal, Norwegia, pada 1 Mei 2019.

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Ratusan petani Denmark dan peternak cerpelai berdemonstrasi dengan traktor pada Sabtu (21/11/2020) menentang keputusan pemerintah untuk memusnahkan cerpelai untuk menghentikan penyebaran varian virus corona.

Lebih dari 500 traktor, banyak yang dihiasi dengan bendera Denmark, melewati kantor-kantor pemerintah dan parlemen di Kopenhagen menuju pelabuhan.

Ada 400 massa dengan traktor lainnya melakukan protes serupa di kota kedua negara itu, Aarhus, seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: Denmark: Mutasi Virus Corona di Cerpelai Sudah Dibasmi

Pemerintahan Perdana Menteri Mette Frederiksen telah mengakui bahwa keputusannya untuk memusnahkan lebih dari 15 juta cerpelai tidak memiliki dasar hukum bagi mereka yang tidak terkontaminasi oleh varian Covid-19, yang membuat marah para peternak.

Denmark, negara berpenduduk sekitar 5,8 juta orang, telah menjadi pengekspor bulu cerpelai terkemuka dunia selama beberapa dekade.

Ia menjual kulit sekitar 670 juta euro (Rp 11,3 triliun) setiap tahun, dan merupakan produsen terbesar kedua di dunia, setelah China.

Baca juga: Vaksin Covid-19 terhadap Mutasi Cerpelai sedang dalam Uji Coba Awal

Versi mutasi dari virus corona baru yang terdeteksi di cerpelai Denmark menimbulkan kekhawatiran tentang keefektifan vaksin di masa depan, kata kementerian kesehatan, pada Kamis (19/11/2020).

"Tidak adil apa yang terjadi pada para peternak," kata Daniel (19 tahun), seorang pekerja peternakan cerpelai.

Baca juga: 5 Fakta Pemusnahan 17 Juta Cerpelai di Denmark, karena Mutasi Virus Corona

"Seluruh sektor sekarang harus ditutup," tambahnya.

Frederiksen telah mengeluarkan permintaan maaf dan menteri pertanian mengundurkan diri pada Rabu (18/11/2020).

Namun, ia tetap masih berencana untuk menyelesaikan pemusnahan seluruh persediaan cerpelai.

Baca juga: PM Denmark Akui 17 Juta Cerpelai Dibunuh Massal Perbuatan Ilegal

Terlepas dari permintaan maafnya, Frederiksen bersikeras pemusnahan sebagai sesuatu yang tetap "tidak bisa dinegosiasikan".

Pemerintahnya sekarang sedang mempersiapkan undang-undang untuk memungkinkannya melakukan pemusnahan, dengan melarang pertanian cerpelai hingga 1 Januari 2022.

Baca juga: Khawatir Pengaruhi Efektivitas Vaksin, 17 Juta Cerpelai Penyebar Covid-19 Segera Dimusnahkan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Telah Lengser, Donald Trump Dapat Uang Pensiun Rp 3 Miliar Setahun

Meski Telah Lengser, Donald Trump Dapat Uang Pensiun Rp 3 Miliar Setahun

Global
Bangunan Meledak akibat Gas Bocor di Madrid, 4 Orang Tewas

Bangunan Meledak akibat Gas Bocor di Madrid, 4 Orang Tewas

Global
Berusaha Kembalikan Martabat, Begini Ancaman Biden untuk Birokrat yang Tak Jaga Tata Krama

Berusaha Kembalikan Martabat, Begini Ancaman Biden untuk Birokrat yang Tak Jaga Tata Krama

Global
Indonesia Resmi Jabat Ketua ASEAN Committe in Rome (ACR)

Indonesia Resmi Jabat Ketua ASEAN Committe in Rome (ACR)

Global
Hampir 20 Petugas Kepolisian Gedung Capitol Dilaporkan Positif Covid-19

Hampir 20 Petugas Kepolisian Gedung Capitol Dilaporkan Positif Covid-19

Global
17 Perintah Eksekutif Joe Biden, Cabut Muslim Travel Ban hingga Gabung Paris Agreement

17 Perintah Eksekutif Joe Biden, Cabut Muslim Travel Ban hingga Gabung Paris Agreement

Global
Beri Selamat ke Pelantikan Joe Biden, Presiden Korsel: America is Back

Beri Selamat ke Pelantikan Joe Biden, Presiden Korsel: America is Back

Global
Gara-gara Bermusuhan dengan China, India Ubah Nama Buah Naga

Gara-gara Bermusuhan dengan China, India Ubah Nama Buah Naga

Global
Mengeklaim 'Pria Termiskin di Kongres AS', Berapa Kekayaan Biden Sekarang?

Mengeklaim "Pria Termiskin di Kongres AS", Berapa Kekayaan Biden Sekarang?

Global
AS Jalankan Taktik Perang Saat Trump Pergi dengan “Bola Nuklir” Masih Bersamanya

AS Jalankan Taktik Perang Saat Trump Pergi dengan “Bola Nuklir” Masih Bersamanya

Global
Iran Lega karena 'Tiran' Trump Sudah Keluar dari Gedung Putih

Iran Lega karena "Tiran" Trump Sudah Keluar dari Gedung Putih

Global
Amanda Gorman, Penyair Muda Jadi Sorotan di Pelantikan Joe Biden Bawakan Puisi Persatuan Amerika

Amanda Gorman, Penyair Muda Jadi Sorotan di Pelantikan Joe Biden Bawakan Puisi Persatuan Amerika

Global
Dapat Surat dari Donald Trump, Biden: Beliau Murah Hati

Dapat Surat dari Donald Trump, Biden: Beliau Murah Hati

Global
Setelah Dilantik, Joe Biden Langsung Tanda Tangani Perintah Eksekutif

Setelah Dilantik, Joe Biden Langsung Tanda Tangani Perintah Eksekutif

Global
Masukkan Bayi ke Freezer Hidup-hidup, 2 Dokter dan 1 Bidan Ini Dipenjara

Masukkan Bayi ke Freezer Hidup-hidup, 2 Dokter dan 1 Bidan Ini Dipenjara

Global
komentar
Close Ads X