PM Armenia Minta agar Relasi Militer dengan Rusia Diperkuat

Kompas.com - 21/11/2020, 20:00 WIB
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, bersama Kanselir Jerman Angela Merkel (tak masuk dalam gambar) dalam konferensi pers bersama di Berlin, pada 13 Februari 2020. REUTERS PHOTO/ANNEGRET HILSEPerdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, bersama Kanselir Jerman Angela Merkel (tak masuk dalam gambar) dalam konferensi pers bersama di Berlin, pada 13 Februari 2020.

YEREVAN, KOMPAS.com - Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyerukan adanya kooperasi militer dalam tingkat yang lebih besar dengan Rusia.

Pernyataan itu disampaikannya satu hari setelah pasukan Azerbaijan sampai di sebagian wilayah Nagorno-Karabakh yang ditinggalkan separatis.

Berdasarkan rilis dari kantornya, Pashinyan menerangkan dia berharap bisa bekerja sama dengan Rusia tak hanya di keamanan, tapi juga di militer dan teknis.

Baca juga: Presiden dan Wakil Presiden Azerbaijan Kunjungi Wilayah Bekas Pendudukan Armenia Hampir 3 Dekade

"Tentu asja, terdapat waktu susah sebelum masa perang. Namun situasi yang terjadi sekarang ini jauh lebih sulit," jelas PM Armenia berusia 45 tahun itu.

Pashinyan mengucapkannya dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di ibu kota Yerevan, dilaporkan AFP Sabtu (21/11/2020).

Pertemuan ini terjadi sehari setelah militer Azerbaijan mulai menempati sebagian Nagorno-Karabakh, wilayah yang sebelumnya diduduki separatis dari etnis Armenia.

Dua negara itu menyepakati gencatan senjata yang dimotori Kremlin, mengakhiri perang yang terjadi di Karabakh selama enam pekan terakhir.

Merujuk pada kesepakatan, Baku akan menempati tiga distrik di Karabakh yang sebelumnya diduduki oleh pemberontak sejak medio 1990-an.

Setelah gencatan senjata itu disepakati, sekitar 2.000 prajurit "Negeri Beruang Merah" diterjunkan untuk menjaga situasi kondusif di Karabakh.

Baca juga: Armenia Ganti Menteri Pertahanan Usai Kalah Perang dari Azerbaijan

"Bagi kami, hal paling utama adalah menghentikan pertumpahan darah," ujar Shoigu, yang datang bersama Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X