Keponakan Kim Jong Un yang Kaya "Menghilang" Setelah Bertemu CIA

Kompas.com - 21/11/2020, 19:24 WIB
Keponakan pemimpin Korea Utara, Kim Han Sol bersama seorang kawan sekolahnya di Perancis. Rex FeaturesKeponakan pemimpin Korea Utara, Kim Han Sol bersama seorang kawan sekolahnya di Perancis.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Keponakan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang dikenal kaya dilaporkan menghilang setelah bertemu dengan CIA.

Kim Han Sol merupakan anak dari Kim Jong Nam, kakak tiri Kim yang tewas di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2017 karena racun saraf.

Disebutkan bahwa pemuda berusia 25 tahun itu berada dalam perlindungan setelah menyerahkan diri kepada badan intelijen AS itu.

Baca juga: Keponakan Kim Jong Un Dijaga Ketat Kepolisian Perancis

Berdasarkan pemberitaan media AS New Yorker, Kim Han Sol bersembunyi setelah mendapatkan bantuan dari kelompok bernama Free Joseon.

Pemimpin organisasi itu, Adrian Hong, mengungkapkan selama hidupnya dia belum pernah bertemu dengan pemuda yang membawa begitu banyak uang.

Diwartakan The Sun Jumat (20/11/2020), Hong mendeskripsikan keponakan Kim Jong Un sebagai pemuda dengan "uang segepok dan memakai sepatu Gucci".

Gambar yang diyakini adalah Kim junior memerlihatkan dia mengenakan sejumlah setelan dan anting mewah, termasuk jas dari Armani.

Hong menuturkan ayah Han Sol, yang merupakan putra tertua pemimpin kedua Korea Utara Kim Jong Il, juga membawa setumpuk uang selama hidup.

Keluarga penguasa Kim dikabarkan punya kekayaan yang tiada tara. Termasuk di antaranya istana, yacht, hingga armada mobil mewah.

Baca juga: China Tangkap Tim Pembunuh Korut yang Incar Keponakan Kim Jong Un

Kim Jong Un sendiri dilaporkan menjalani pendidikan di Swiss dan dpercaya hidup dalam kemewahan sementara rakyatnya menderita kelaparan.

Bersama dengan kekayaannya, Han Sol disebutkan bisa menyembunyikan dirinya dibantu oleh CIA setelah sang ayah terbunuh di Malaysia.

Hong mengeklaim, kelompok Free Joseon mengekstradisi keponakan si diktator di kediamannya di Makau, yang masuk ke dalam wilayah China.

Dia menceritakan bagaimana Han Sol langsung meneleponnya setelah menyadari bahwa polisi yang selama ini menjaga rumahnya menghilang.

Karena takut nyawanya terancam, dia kemudian menghubungi Free Joseon di mana dia mengutarakan keinginannya untuk "pergi dari Makau secepat mungkin".

Baca juga: Dikabarkan Bakal Undang Kim Jong Un ke Olimpiade Tokyo 2020, Ini Jawaban Jepang

Dia dikabarkan sempat bertemu dengan anggota organisasi yang didirikan pada 2013 di Taipei, Taiwan, sekitar dua hari setelah Kim Jong Nam tewas.

Dari sana, Kim Han Sol seharusnya menaiki pesawat yang akan menerbangkannya ke ibu kota Belanda, Amsterdam, di mana dia akan mencari perlindungan.

Tapi, dia tak pernah sampai di asna. Adalah agen CIA yang mencegatnya di Taipei dan kemudian segera dibawa ke rumah aman untuk menjaga keselamatannya.

Adrian Hong menjelaskan bahwa Han Sol mungkin bersembunyi di negara lain. Namun, dia mengaku dia membuat kesalahan menyerahkannya ke intelijen AS.

Baca juga: Hilang Selama 25 Hari, Kim Jong Un Muncul dengan Pimpin Rapat Partai


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X