Akankah Donald Trump Akhiri Tradisi Akui Kekalahan Pilpres AS?

Kompas.com - 21/11/2020, 11:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Rose Garden, Gedung Putih, Kamis (13/11/2020) AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Rose Garden, Gedung Putih, Kamis (13/11/2020)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Dua minggu telah berlalu sejak calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

Sampai hari ini, belum ada tanda-tanda presiden petahana Donald Trump akan mengakui kekalahannya dari Biden.

Yang ada, Trump terus-menerus mengklaim dia adalah pemenang pemilu dan telah terjadi kecurangan terstruktur, masif, dan sistematis berskala besar.

Tim kampanye Trump mengajukan gugatan di sejumlah swing states meminta agar pengadilan negara bagian memberikan kemenangan kepada presiden berusia 74 tahun itu.

Bahkan baru-baru ini Trump mengundang pejabat legislatif Michigan ke Gedung Putih melobi mereka supaya memengaruhi electors di electoral college agar tidak memilih Biden yang memenangkan negara bagian Rust Belt itu.

Baca juga: Tolak Tuduhan Trump dalam Pemilu, Anggota Partai Republik Ini Dapat Ancaman Pembunuhan

Tradisi Demokrasi AS

Tindak-tanduk Trump sangat luar biasa karena belum ada capres dalam sejarah politik AS yang menolak mengakui kekalahan apalagi mencoba mengubah hasil pilpres.

Mengakui kekalahan adalah tradisi demokrasi AS yang telah dijaga tidak terputus sejak 220 tahun lalu atau tepatnya pada pilpres tahun 1800, 24 tahun setelah kemerdekaan negeri “Paman Sam”.

Presiden ketika itu John Adams yang gagal memenangkan periode kedua mengakui kekalahannya secara terbuka dari lawannya Wakil Presiden Thomas Jefferson.

Seiring berkembangnya zaman, capres AS mulai menggunakan teknologi yang paling pesat untuk mengakui kekalahan.

Capres Demokrat mantan anggota DPR dari Nebraska William Jennings Bryan adalah yang pertama menggunakan telegram pada pilpres 1896.

Baca juga: Biden Terkendala Susun Rencana Tangani Pandemi Covid-19 karena Sikap Trump

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
komentar
Close Ads X