Macron Tuduh Rusia dan Turki Kampanyekan Sentimen Anti-Perancis di Afrika

Kompas.com - 21/11/2020, 07:45 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron. AFP / LUDOVIC MARINPresiden Perancis Emmanuel Macron.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron menuduh Rusia dan Turki kampanyekan sentimen anti- Perancis di Afrika, ketika dirinya berusaha untuk mempertahankan perannya di negara kolonial itu.

Macron pada Jumat (20/11/2020) mengecam, Presiden Guinea, Alpha Conde yang berkuasa dengan tegas mengesampingkan negosiasi dengan para milisi untuk meringankan tugas pasukan Perancis yang ditempatkan di wilayah Sahel di Afrika.

"Ada strategi yang bekerja, kadang-kadang dipimpin oleh para pemimpin Afrika, tetapi terutama oleh kekuatan asing, seperti Rusia atau Turki, yang mempermainkan kebencian pasca-kolonial," katanya kepada majalah Jeune Afrique seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (20/11/2020).

"Kita tidak boleh naif dalam hal ini, (yaitu) banyak dari mereka yang berbicara, yang membuat video, yang hadir di media berbahasa Perancis didanai oleh Rusia atau Turki," tambahnya.

Baca juga: Perancis Keluarkan Aturan Piagam Nilai-nilai Republik kepada Para Imam

Dia juga mengatakan Turki berkontribusi pada kesalahpahaman atas pembelaannya terhadap hak publikasi karikatur Nabi Muhammad, setelah peristiwa pemenggalan kepala seorang guru pada Oktober, yang sebelumnya menunjukkan karikatur tersebut di kelasnya.

"Ketika saya memutuskan untuk menyerang Islam radikal...kata-kata saya terdistorsi. Oleh Ikhwanul Muslimin, cukup luas. Tetapi, juga oleh Turki, yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi banyak opini publik, termasuk di sub-Sahara Afrika," ungkap presiden berusia 42 tahun itu.

Menerangkan pernyataannya yang sebelumnya telah menyebabkan kontroversi besar di Perancis dan sekitarnya selama beberapa bulan terakhir, dia menegaskan, "Saya tidak menyerang Islam, saya menyerang terorisme Islam."

Ketegangan antara Perancis dan Turki telah meningkat ke level baru karena berbagai sengketa dalam beberapa bulan terakhir, menyangkut persoalan Suriah, Libya, Mediterania timur, dan sekarang tindakan keras Perancis terhadap Islam radikal.

Baca juga: Pria Perancis Berjuluk Jetman Tewas Saat Latihan di Dubai

Perancis telah menyerukan untuk memikirkan kembali total hubungan Uni Eropa dengan Turki.

Sementara, di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki telah secara signifikan membangun peran dan pengaruhnya di Afrika.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Global
Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Global
komentar
Close Ads X