PBB Peringatkan Krisis Kelaparan Parah di Yaman

Kompas.com - 21/11/2020, 06:09 WIB
Seorang ibu di Yaman menggendong bayi perempuannya yang menderita kekurangan gizi di sebuah klinik di provinsi Hajjah utara Yaman pada 18 Desember 2019. 
Perang yang telah melanda Yaman telah merenggut puluhan ribu nyawa, memicu malnutrisi yang meluas dan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. AFP/ESSA AHMEDSeorang ibu di Yaman menggendong bayi perempuannya yang menderita kekurangan gizi di sebuah klinik di provinsi Hajjah utara Yaman pada 18 Desember 2019. Perang yang telah melanda Yaman telah merenggut puluhan ribu nyawa, memicu malnutrisi yang meluas dan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

JENEWA, KOMPAS.com - Yaman yang dilanda perang sudah lama berada dalam bahaya kelaparan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan pada Jumat (20/11/2020) bahwa negara itu dalam krisis kelaparan terburuk yang pernah terjadi di dunia dalam beberapa dekade.

"Jika tidak ada tindakan segera, jutaan nyawa mungkin hilang," kata Guterres dikutip AFP, tentang negara yang telah mengalami perang lima tahun antara pemberontak Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah.

Pemerintah di Yaman didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, dibantu oleh kekuatan Barat termasuk Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Pengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 21 Mata-mata Koalisi Arab Saudi

Pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan keluar telah mengisolasi musuh bebuyutannya, Teheran sebagai inti dari kebijakan regional AS.

Peringatan dari Guterres, yang terbaru dari PBB tentang Yaman, muncul di tengah laporan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk melabeli Houthi sebagai organisasi teroris.

Itu bisa melumpuhkan pengiriman bantuan dan memperburuk keadaan di Yaman, lapor kelompok bantuan.

Dalam pernyataannya, Guterres hanya menyebutkan kemungkinan ini secara tidak langsung.

Baca juga: Perang Yaman Memanas, Ibu Kota Arab Saudi Bisa Jadi Target Rudal

"Saya mendesak semua orang yang berpengaruh untuk segera bertindak atas masalah ini untuk mencegah bencana, dan saya juga meminta semua orang menghindari tindakan apa pun yang dapat membuat situasi yang sudah mengerikan menjadi lebih buruk," kata sekretaris jenderal.

Soal mengategorikan Houthi sebagai organisasi teroris dan mampu memicu lumpuhnya akses bantuan ke Yaman, Guterres memperingatkan agar AS tidak semakin mendestabilisasi "situasi yang sudah sangat rapuh".

"Kami yakin bahwa inisiatif sepihak lainnya mungkin tidak akan positif. Saya kira kita tidak perlu mengganggu situasi saat ini," katanya.

Baca juga: PBB: Pasokan Senjata Barat dan Iran Picu Kejahatan Perang di Yaman Selama 6 Tahun

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Rusia di Murmansk Arktik Sambut Matahari Terbit Pertama Tahun 2021

Orang Rusia di Murmansk Arktik Sambut Matahari Terbit Pertama Tahun 2021

Global
Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
komentar
Close Ads X