Soal Keabsahan Data Vaksin Corona Pfizer dan Moderna, Begini Kata Fauci...

Kompas.com - 20/11/2020, 17:39 WIB
Dr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020). AP PHOTO/SUSAN WALSHDr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) Dr Anthony Fauci pada Kamis (19/11/2020) mengatakan, dua calon vaksin virus corona dari Pfizer dan Moderna hasil ujinya "solid".

Fauci juga mengatakan, kecepatan pengembangannya tidak membahayakan keamanan atau integritas.

Ia menuturkannya dalam briefing gugus tugas virus corona Gedung Putih, untuk meyakinkan publik tentang kekhawatiran pada kedua calon vaksin Covid-19 tersebut, setelah mengumumkan hasil uji coba yang di atas 90 persen efektif.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pfizer, Sputnik V, Moderna, dan Oxford AstraZeneca, Apa Bedanya?

"Proses cepatnya sama sekali tidak membahayakan keselamatan dan tidak membahayakan integritas ilmiah."

"Itu adalah cerminan dari kemajuan ilmiah luar biasa dalam jenis vaksin ini, memungkinkan kami melakukannya dalam waktu berbulan-bulan, yang biasanya butuh tahunan," tambahnya dikutip dari AFP.

Pakar medis berusia 79 tahun itu juga coba menenangkan publik yang khawatir kalau pengumuman vaksin itu mungkin bermotif politik.

Baca juga: Diklaim Efektif di Atas 90 Persen, Ini Bedanya Vaksin Corona Pfizer dan Moderna

"Sebenarnya itu adalah badan independen orang-orang yang tidak berafiliasi ke siapa pun - bukan kepada pemerintah, bukan ke saya, bukan ke perusahaan," katanya.

Data penelitian itu selanjutnya akan diperiksa oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA).

BioNTech yang mengembangkan vaksin corona bersama Pfizer mengatakan, mereka akan mengajukan otorisasi penggunaan darurat ke FDA pada Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Diklaim Efektivitasnya Tinggi, Vaksin Corona Pfizer dan Moderna Tetap Miliki Efek Samping

"Jadi kita perlu mengesampingkan konsep apa pun bahwa ini diburu-buru dengan cara yang tidak tepat. Ini benar-benar solid," lanjut Fauci.

BioNTech/Pfizer dan Moderna sementara ini adalah yang terdepan dalam progres pengembangan vaksin Covid-19, setelah data dari uji coba skala besar bulan ini menunjukkan efektivitas melawan virus corona sekitar 95 persen.

Kemajuan yang dibuat keduanya meningkatkan harapan berakhirnya pandemi virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 56 juta orang dan menewaskan lebih dari 1,3 juta pasien di seluruh dunia.

Baca juga: Indonesia Buka Peluang Kerja Sama dengan Moderna


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X